Delegasi Universitas Islam Indonesia (UII) kembali memperoleh prestasi yang membanggakan di tingkat nasional. Pada perhelatan Festival Kebudayaan Arab yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Sastra Arab (IKMASA) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Jumat-Ahad (26-19/10), delegasi UII yang dinaungi Komunitas El-Markazi berhasil memperoleh gelar juara umum dengan diraihnya 4 piala pada 4 cabang lomba.

Adapun beberapa prestasi yang diraih pada ajang ini adalah Juara 1 Lomba Baca Berita Bahasa Arab oleh Qonita Luthfiyyah (Ahwal Syakhshiyyah 2016), Juara 1 Ghina’ Aroby oleh Ega (Teknik Lingkungan 2017), Juara 1 Kaligrafi oleh Fitria Hayati (Pendidikan Bahasa Inggris 2014) dan Juara 3 Baca Puisi Bahasa Arab oleh Moh. Fakhruddin Farhan (Teknik Industri 15).

Qonita Luthfiyyah selaku penyandang Juara 3 Baca Puisi Bahasa Arab, mengaku bersyukur atas raihannya tersebut. Baginya, mengembara menuntut ilmu menjadi alasannya untuk terus berprestasi. “Ketika kamu mengembara, maka kamu akan bertemu orang-orang hebat yang tidak pernah kamu sadari keberadaannya saat kamu masih berdiam diri di tempat, maka selanjutnya bagaimana kamu bertahan ataupun mengembangkan potensi kamu ketika kamu berada dalam sebuah perlombaan.” tuturnya.

“Seumpama saya mengikuti lomba baca berita bahasa arab, maka dari itu saya berusaha melakukan latihan atas apa yang harus saya siapkan, dari mulai teksnya, memahami apa arti dari berita tersebut kemudian bagaimana intonasinya. Kemudian latihan, latihan dan latihan. Kita tidak boleh merasa puas terlebih dahulu,” begitu tegas Qonita, saat ditanyai mengenai kiat-kait untuk mencapai prestasinya tersebut.

Selanjutnya, Fakhri Al-Kahfi selaku Koordinator Bidang Bahasa Arab El-Markazi sekaligus ketua Kontingen mengucapkan rasa bangga atas prestasi yang diperoleh oleh delegasi UII tersebut. Baginya, prestasi sesungguhnya adalah ketika para delegasi tersebut sudah berani untuk bertanding di dunia luar.

“Saya bangga, apa yang telah teman-teman usahakan mendapatkan hasil meskipun tidak semua kategori, tapi setidaknya prestasi itu adalah ketika mereka sudah berani untuk keluar dari kampus dan menghadapi lawan-lawan mereka dalam perlombaan. Bagi saya hal ini pun merupakan sebuah prestasi,” ungkap Fakhri.

Selanjutnya, Fakhri menuturkan bahwa kunci kemenangan terletak pada latihan yang maksimal. “Kunci rahasia dari prestasi adalah latihan, karena latihan ini bukan hanya mempersiapkan diri untuk menang, tetapi juga untuk mempersiapkan hasil terbaik. Apapun itu. Termasuk untuk tidak memperoleh juara,” pungkasnya.

Terakhir, Fakhri berharap prestasi yang diperoleh oleh delegasi UII tersebut dapat menginspirasi mahasiswa UII pada umumnya untuk semangat mengejar prestasi. “Harapannya untuk mahasiswa UII, supaya terus bisa mengejar prestasi karena mahasiswa tidak cukup mengejar ilmu di dalam kelas. Banyak sekali ilmu yang dapat kita peroleh dari dunia luar,” tutupnya. (MIH/ESP)