,

UII Raih Peringkat Emas SNI Award 2017

Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil meraih penghargaan Peringkat Emas Standar Nasional Indonesia (SNI) Award 2017 dari Badan Standardisasi Nasional (BSN). Pengharagaan secara simbolis disampaikan oleh Kepala BSN, Prof. Dr. Bambang Prasetya kepada Rektor UII, Nandang Sutrisno, SH., LLM., M.Hum., PhD. di Jakarta, pada 16 November 2017.

SNI Award merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menstimulasi peningkatan penerapan SNI oleh pelaku usaha maupun organisasi lainnya. Melalui SNI Award diharapkan produsen, konsumen dan masyarakat umum semakin menghargai aspek mutu, dan memahami perlunya berpartisipasi aktif dalam pengembangan dan penggunaan SNI sebagai referensi penyediaan dan permintaan pasar.

Disampaikan Rektor UII, Nandang Sutrisno, SH., LLM., M.Hum., Ph.D. pada acara Jumpa Pers di Yogyakarta, Rabu (22/11), keikutsertaan UII pada ajang SNI Award 2017 masuk pada kategori Organisasi Menengah dan Besar Jasa. “Visitasi sebagai salah satu tahapan realisasi partisipasi UII pada ajang SNI Award 2017 sendiri telah dilakukan tim evaluator dari Badan Standardisasi Nasional pada 27-28 September 2017,” tuturnya.

Nandang Sutrisno menuturkan, keikutsertaan UII pada SNI Award 2017 diharapakan menjadi media untuk mengukur sejauh mana implementasi standar mutu yang telah diterapkan. Pelayanan yang terstandar mutu sendiri menurutnya telah sejak lama menjadi budaya di lingkungan UII. “Hal tersebut sebagaimana terimplementasi dalam sistem penjaminan mutu internal universitas yang dijalankan oleh Badan Penjaminan Mutu (BPM) UII,” jelasnya.

Nandang Sutrisno menambahkan, penerapan mutu di UII juga terlihat dari akreditasi yang diperoleh UII pada program studi, fakultas maupun institusi. “Selain SNI ini yang baru saja diperoleh UII, di luar dunia pendidikan adalah raihan Subroto Award dari kementerian ESDM. UII juga mendapatkan hibah dari DIKTI untuk akreditasi internasional program studi teknik lingkungan,” ungkapnya.

Nandang Sutrisno juga mengungkapkan, yang saat ini belum dicapai oleh UII adalah peringkat internasional, UII hanya baru mencapai tahapan untuk peratingan saja. Namun kedepannya UII akan mempersiapkan untuk peringkat internasional. Dimana salah satu aspek pemeringkatannya ada jurnal yang terpublikasi di scopus. “Saat ini bilah melihat Yogyakarta UII menempati peringkat ke dua setelah UGM untuk jurnal yang terpublikasi di scopus,” tuturnya.

Sementara disampaikan Kepala Badan Penjaminan Mutu UII, Kariyam, S.Si., M.Si., kriteria dalam penilaian SNI Award 2017 meliputi kepemimpinan, perencanaan strategis, fokus pada pelanggan, manajemen sumberdaya, realisasi produk layanan, pengukuran, analisis dan peningkatan kinerja serta hasil bisnis. Terdapat 159 organisasi dan perusahaan yang berpartisipasi dalam SNI Award tahun ini.

“Dari 159 pendaftar tersebut, setelah diseleksi dokumen kelengkapannya, terdapat 109 yang lolos verifikasi. Selanjutnya dari jumlah ini, hanya 59 yang dinilai layak untuk mendapat visitasi dari tim evaluator,” jelasnya.

Manfaat lain yang diperoleh UII mengikuti SNI Award 2017 menurut Kariyam adalah untuk mendapatkan umpan balik berdasarkan kriteria SNI Award dalam rangka peningkatan kinerja UII dan meningkatkan kompetensi di bidang penerapan SNI. “SNI Award sekaligus sebagai “audit eksternal” gratis dari BSN untuk meningkatkan kinerja UII,” ungkapnya.

Salah satu dari tim SNI Award UII, Hudori, ST., MT.  Menambahkan, untuk peringkat platinum akan didapatkan ketika organisasi sudah dapat emas minimal tiga kali. UII sendiri menurutnya juga menjadi salah satu role model untuk perguruan tinggi dengan penerapan SNI. “SNI di UII juga digunakan dalam proses perkuliahan, contohnya pada modul-modul perkuliahan,” tutur Hudori yang juga sebagai Ketua Program Studi Teknik Lingkungan UII.