Universitas Islam Indonesia (UII) meresmikan pendirian Program Studi Farmasi Program Magister pada Sabtu (12/6), setelah sebelumnya mendapatkan SK dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan April yang lalu. Ketua Jurusan Farmasi UII Prof. Dr. apt. Yandi Syukri, M.Si. menyampaikan adanya tahapan pencapaian visi pendirian Magister Kimia UII di tahun 2022 hingga tahun 2038 guna memberikan mutu kurikulum pendidikan pasca sarjana yang berkualitas.

 “Targetnya di tahun 2022 kita bisa menerapkan outcome-based education secara menyeluruh dengan networking yang produktif. Kemudian hingga 2030 kita akan fokus pada pembelajaran dan inovasi yang unggul yang hilirisasinya pada penelitian, sehingga muaranya pada 2038 nanti kita bisa menjadi rujukan dalam pendidikan dan penelitian di tingkat global,” terangnya.

Rektor UII Prof. Fathul Wahid, M.Sc., Ph.D. dalam acara peresmian mengemukakan pembukaan Program Studi Magister Kimia di UII diharapkan dapat membuka jalan pada berbagai macam permasalahan di bidang kesehatan publik khususnya pada ketersediaan obat-obat yang berkualitas di berbagai fasilitas kesehatan setempat.

Menurutnya, penyediaan bahan baku obat dalam negeri masih sangat terbatas guna memenuhi produksi pembuatan obat yang berkualitas untuk publik. Tantangan ini yang menurutnya perlu dijawab oleh semua pihak termasuk pendidikan tinggi dalam upayanya memanfaatkan bahan baku domestik menjadi tanaman herbal.

Disampaikan Fathul Wahid, kehadiran Program Studi Farmasi Program Magister di Universitas Islam Indonesia, kami harapkan bersama, dapat berandil memecahkan masalah di atas dengan menghasilkan sumber daya manusia yang lebih berkualitas di bidang farmasi. “Komitmen untuk memanfaatkan maha data dalam mendapatkan tilikan baru dan membantu peningkatan kebijakan kesehatan juga diharapkan menjadikan program studi baru ini semakin penting dan sekaligus unik,” tandasnya.

Peresmian Program Studi Farmasi Program Magister UII secara daring ini juga diisi dengan penyampaian materi mengenai pendidikan tinggi farmasi di era 4.0 oleh Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia Prof. Dr. apt. Daryono H.T., M.Sc. Eng. dan implementasi Big Data melalui sistem registry dalam pengembangan riset dan pelayanan di rumah sakit oleh DR. dr. Rizaldy Taslim Pinzon, M.Kes, Sp.S.

Pemaparan materi diharapkan dapat memberikan gambaran pola pembelajaran ke depan pada program studi Magister Farmasi yang mengedepankan kurikulum 4.0 sebagai pedoman pembelajaran serta pemanfaatan maha data dalam pengembangan riset. (IAA/RS)