,

UII Respon Dampak Bencana Badai Cempaka dan Siklon Tropis Dahlia

Universitas Islam Indonesia (UII) berupaya mengambil peran aktif dalam berbagai dampak bencana yang terjadi. Badai Cempaka dan Siklon Tropis Dahlia yang melanda Gunung Kidul, Kulonprogo, Bantul, Purworejo dan Pacitan mengakibatkan dampak pada berbagai aspek. Kolaborasi dan koordinasi aktif lintas disiplin ilmu dilakukan untuk merespon dampak bencana tersebut. Terdapat tiga tahapan yang dilakukan yakni Search and Rescue (SAR) dan Evakuasi, Assesment Layanan Medis dan Distribusi Bantuan serta Recovery.

Tahap pertama, Search and Rescue (SAR) dan Evakuasi bekerja di Bawah Kendali Operasi (BKO) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tim relawan yang diterjunkan terdiri dari Mahasiswa, Dosen, Tenaga Kependidikan serta didukung dari Resimen Mahasiswa Batalyon 8 (Menwa Yon 8 UII).

Hal ini disampaikan oleh Rektor UII, Nandang Sutrisno, SH., LLM., M.Hum., Ph.D di hadapan awak media yang menghadiri konferensi pers di Kampus UII Cik Di Tiro pada Jum’at (2/12). Konferensi pers membahas langkah-langkah yang telah dilakukan UII untuk merespon dampak bencana yang terjadi.

“Sistematika penerjunan relawan UII telah dimulai dari 29 November 2017 dengan 8 personil dibawah BKO BPBD Bantul di Siluk Selopamioro dan Jejeran, Imogiri Barat, Kabupaten Bantul. Pada 30 November 2017 dengan 8 personil di Desa Dadirejo, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah serta Menwa Yon 8 dengan 5 personil di Dusun Bintaran Wetan Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul”, ungkap Rektor.

Sedangkan pada 1 Desember 2017 juga diterjunkan 10 personil dari Tim relawan UII dibawah BKO BPBD Pacitan serta Menwa Yon 8 dengan 8 personil di Bejing, Bejingharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul dan Payak Cilik dan Bintaran Wetan, Kecamatan Srimulyo, Kanupaten Bantul.

Sementara itu, Wakil Rektor III UII, Ir. Agus Taufiq, M.Sc menjelaskan UII juga terlibat dalam proses Assesment, Layanan Medis dan Distribusi Bantuan dengan melibatkan Takmir Masjid Ulil Albab UII, Pramuka UII dan beberapa Himpunan Mahasiswa Program Studi dalam penggalangan dana. UII juga menerjunkan Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM) “Humerus” FK UII dan Tim Dokter Fakultas Kedokteran UII serta Menwa Yon 8 UII ke titik koordinat di BKO BPBD.

“Penerjunan dilakukan dalam 3 hari mulai dari 29 November 2017 hingga 1 Desember 2017 ke beberapa titik. Pada hari pertama, UII menerjunkan 2 dokter dan 7 anggota TBMM Humerus FKUII atau biasa disebut Tim 1 Reaksi Cepat (RC) ke daerah banjir di Imogiri Timur, bersiaga di Posko Kebon Agung yang dipimpin Yusa M. Thoriq selaku koordinator lapangan”, timpal Wakil Rektor III.

Tim UII selalu berkoordinasi dengan dengan PMI, Dokpol, dan Poltekkes setempat. Di Kabupaten Pacitan, Tim TBMM Humerus FKUII diterima oleh Drs. Indartato selaku Bupati Pacitan dan ditempatkan di posko Masjid Wukuf, Nganglik Mendai Pacitan Jawa Timur. Beberapa area terdampak mengalami kekurangan obat-obatan, makanan, alat tulis dan menderita berbagai penyakit seperti ISPA, Diare, Kutu Air dan gatal-gatal seperti Pondok Tremas yang terdapat 3.500 santri.

Wakil Rektor III UII juga menegaskan komitmen pihak kampus untuk melakukan recovery yang merupakan fokus tersendiri pasca bencana. UII berencana menerjunkan tim dari Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) khusus untuk bantuan infrastruktur. Sedangkan tim Psikologi dari Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya akan membantu Trauma Healing yang aktivitasnya akan dikawal oleh Unit Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIKM) AUSHAF UII. (BKP/MHH).