Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Indonesia (UII) memberangkatkan 57 mahasiswanya untuk mengikuti program Praktek Pengalaman Lapangan (PPL), di dalam dan luar negeri.

Untuk skala nasional, mahasiswa UII akan menjalani PPL pada 1 Agustus-30 September di Balikpapan, Lampung, Bali, Karawang, Tangerang, Bandung, dan Magelang. Sementara untuk skala internasional mahasiswa UII akan melaksanakan PPL di tiga negara yaitu Malaysia, Thailand dan Timor Leste pada 1 Agustus-31 Agustus.

Disampaikan Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik & Riset UII, Dr. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc., saat acara pelepasan di Ruang Sidang Gedung K.H. Wahid Hasyim, Kampus Terpadu UII, Senin (30/7), PPL merupakan bagian dari kurikulum yang mengharuskan mahasiswa mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di kelas kepada masyarakat umum dan sekolah pada khusunya.

PPL Internasional tidak lain merupakan bagian dari internasionalisasi UII dalam rangka menyiapkan mahasiswanya menjadi warga global. “Nilai pendidikan bukan hanya ada pada teori tapi juga implementasi. PPL internasional ini merupakan proses internasionalisasi UII,” ujar Imam Djati.

Ia menegaskan bahwa PPL merupakan kesempatan bagi mahasiswa UII untuk mengaplikasikan ilmu. Oleh karenanya para mahasiswa peserta program harus benar-benar memahami lawan bicara. “Mengajar itu berarti berkomunikasi, untuk mengajar dengan baik maka harus berkomunikasi dengan baik. Untuk berkomunikasi dengan baik maka kita harus memahami lawan bicara kita,” ungkapnya.

Imam Djati juga berpesan kepada mahasiswa UII peserta program PPL untuk menjaga nama baik diri sendiri dan UII. “Jagalah nama baik saudara-saudara di sana, jika kalian sudah bisa menjaga nama baik diri sendiri saya yakin kalian juga pasti bisa menjaga nama baik UII,” tandasnya.

Sementara Dekan Fakultas Ilmu Agama Islam UII, Drs. Tamyiz, M.A., Ph.D. mengatakan, sejak 2016 Program Studi Pendidikan Agama Islam UII sudah mulai menerjunkan mahasiswanya hingga ke luar negeri. Diadakannya PPL ini tidak lepas dari dukungan universitas dan sebagai bentuk syiar UII kepada masyarakat luas.

“Anak-anak disana nantinya harus memanfaatkan kesempatan mengajar dengan baik, semoga Allah SWT memudahkan segala usaha kalian,” tuturnya. (EF)