• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Menjadi Kimiawan dengan Fondasi Islam
Berita Kegiatan

Menjadi Kimiawan dengan Fondasi Islam

Program Studi Magister Kimia Universitas Islam Indonesia (UII) bersama dengan Himpunan Mahasiswa Magister Kimia (HMKK) pada Sabtu (6/3) menggelar webinar bertemakan “Islam dan Etika dalam Profesi Kimiawan”. Acara yang dimulai pada pukul 08.30 WIB ini menghadirkan Ketua Program Studi Hukum Islam Program Doktor, Fakultas Ilmu Agama Islam UII Dr. Drs. Yusdani, M.Ag dan Priyagung Dhemi Widiakongko, M.Sc. yang merupakan dosen di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Sebelum berangkat pada tema besar, agenda webinar di awali dengan pengenalan Program Studi Magister Kimia oleh Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Prodi Magister Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII). Sebagai pionir perguruan tinggi swasta pertama di Indonesia yang membuka Program Magister Kimia, Allwar menjelaskan mengenai kompetensi dosen yang dinilai profesional di bidangnya

“Program Magister Kimia UII sudah memiliki tiga dosen dengan gelar Profesor, dan empat lainnya sudah Doktoral. Belum lagi kolaborasi kami dengan dosen-dosen luar negeri, jadi semua pengajar saya rasa sudah sangat kompeten dan berkomitmen pada pengetahuan mahasiswa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yusdani memantik diskusi sesi pertama dengan menjelaskan kontribusi umat Islam terhadap Ilmu Kimia di abad keemasan bagi peradaban modern. “Tidak ada bantahan saya kira baik dari ilmuwan maupun sejarawan bahwa dasar ilmu kimia diletakkan oleh para kimiawan muslim. Contohnya ada Jabir ibnu Hayyan yang ditasbihkan sebagai Bapak Kimia Modern,” terangnya. Dengan fakta tersebut, Yusdani mengatakan bahwa ilmu kimia yang dikembangkan oleh ilmuwan muslim adalah embrio dan fondasi dari ilmu kimia modern.

Yusdani melanjutkan, kemajuan peradaban Islam seharusnya bisa ditopang oleh kemajuan sains dan teknologi yang tetap berasaskan nilai etika profetik (Kenabian), sehingga Islam menampakkan diri sebagai wajah yang rahmatan lil ‘alamin. Yusdani juga menjabarkan ragam etika profetik sebagai fondasi dasar seorang kimiawan muslim dalam berprofesi, salah satu yang menarik adalah konsep Science for Welfare Society. “Jadi sains bukan untuk sains saja. Tapi sains/ilmu untuk kesejahteraan umat manusia (welfare Society). Saya kira ini juga kritik para scientist muslim kepada barat yang cenderung memisahkan ilmu dan agama,” tandasnya.

Sejalan dengan itu, Priyagung memaparkan bahwa pencapaian di bidang kimia sejatinya memang harus bermanfaat untuk umat manusia dan melindungi lingkungan. Menurutnya, praktisi dan profesional kimia harus mempromosikan perspektif positif dan pemahaman penuh terhadap capaian ilmu kimia. “Kita contohkan ketika ada hoax tentang kimia. Praktisi dan profesional perlu meluruskan, beri mereka perspektif positif. Kemudian berikan pemahaman agar yang tak mengerti jadi paham,” ujar Priyagung.

Priyagung juga menjelaskan mengenai The Hauge Ethical Guidelines yang menjelaskan tentang etika kimiawan dalam berbagai aspek seperti etika lingkungan, penulisan ilmiah dan penerbitan, kemudian yang terakhir adalah etika keamanan dan penjaminan pengamanan. Ia juga memaparkan konsep manusia dan ilmu sebagai bagian alam semesta yang tunduk pada kekuasaan Allah Swt. “Pada akhirnya, etika adalah bentuk kesadaran penuh kita sebagai bagian dari keseluruhan (part of wholeness),” tutupnya. (IAA/RS)

8 Maret 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/03/Priyagung-Dhemi-Widiakongko-M.Sc_..png 450 798 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-03-08 13:52:342021-03-08 13:52:34Menjadi Kimiawan dengan Fondasi Islam

Berita Terakhir

  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY
  • BP Inauguration 2026: Momen Selebrasi dan Transformasi Mahasiswa Bridging Program UII
  • Jawab Kebutuhan Pasien Internasional, CILACS UII dan RS Panti Nugroho Teken MoU Interpreter Bahasa Arab 

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Mahasiswa FK UII Raih Juara 3 Nasional Poster Publik SCORE CIMSA Link to: Mahasiswa FK UII Raih Juara 3 Nasional Poster Publik SCORE CIMSA Mahasiswa FK UII Raih Juara 3 Nasional Poster Publik SCORE CIMSA Link to: Merencanakan Karier Sedari Masa Kuliah Link to: Merencanakan Karier Sedari Masa Kuliah Mahasiswa FIAI Sabet Juara 1 Artikel Ilmiah NasionalMerencanakan Karier Sedari Masa Kuliah Scroll to top Scroll to top Scroll to top