• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / APTFI dan Jurusan Farmasi UII Gelar Workshop Pelatihan Preseptor
Berita Kegiatan, Pilihan

APTFI dan Jurusan Farmasi UII Gelar Workshop Pelatihan Preseptor

Jurusan Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII) bersama dengan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) mengadakan workshop Evaluasi dan Pelatihan Preseptor. Workshop yang digelar di Ruang Auditorium Fakultas Hukum (FH) UII pada Rabu (10/5) tersebut turut dihadiri oleh Ketua Jurusan Farmasi, Prof. Dr. apt. Yandi Syukri, M.Si dan Ketua APTFI Prof. Dr. apt. Daryono Hadi Tjahjono, M.Sc.

Pada sesi materi, Farmasi UII menghadirkan Prof. Dr. apt. Umi Athiyah, MS., dan Prof. Dr. apt. Agung Endro Nugroho, M.Si., sebagai narasumber sesi “Workshop Evaluasi Pelatihan Preseptor”.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. apt. Yandi Syukri berharap Farmasi UII dapat meningkatkan jenjang pendidikan hingga S3. “Dalam waktu yang tidak terlalu lama kami ingin juga memiliki S3 Farmasi, sehingga mudah-mudahan menjadi School of Farmasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof. Dr. apt. Yandi Syukri mengatakan bahwa Farmasi UII terus berupaya meningkatkan kualitas agar dapat menambah minat mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan di Farmasi UII. “Saat ini kita mahasiswanya juga tidak terlalu banyak, S1 (150), ditambah 25 untuk kelas internasional. Jadi di S1 kita buka kelas internasional apabila kita punya 3 mahasiswa asing,” sambungnya.

Terakhir, Prof. Dr. apt. Yandi Syukri menekankan bahwa saat ini Farmasi UII sedang berusaha untuk mengembangkan kualitas pendidikan melalui riset dan pengembangan. “Kalau kita ada mahasiswa asing, tentunya harus berubah, karena kalau kuliahnya 1 tahun itu kayaknya tidak bisa. Makanya kita buka jalur yang kuliahnya gak banyak, cuma 1 semester dan riset itulah yang akan diperbanyak. Itulah upaya-upaya yang kita coba untuk melakukan, untuk pengembangan Jurusan Farmasi UII,” imbuhnya.

Sementara, Prof. Dr. apt. Daryono Hadi Tjahjono dalam sambutannya mengatakan bahwa Indonesia tidak tertinggal dari negara-negara Asia lainnya dalam hal farmasi. “Salah satu yang pernah kami diskusikan di Asian Association School of Pharmacy, Asia, itu salah satunya adalah standarisasi preseptor. Jadi saya kira kalau di Asia alhamdulillah mungkin kita termasuk yang tidak ketinggalan. Jadi yang saya tahu sudah ada standarisasi preseptor adalah Thailand, Singapura, kemudian Malaysia, jadi kita tidak terlalu ketinggalan dengan negara-negara atau pendidikan ke-farmasian di Asia,” ujarnya.

Beberapa catatan penting dalam mengusulkan Program Studi Apoteker diharapkan segera diperbaiki. “Dari pengalaman kami ada beberapa catatan yang biasanya perlu diperbaiki oleh teman-teman pengusul Program Studi Apoteker, dan tentu harapannya apa yang masih kurang, yang kami anggap masih kurang dan perlu disempurnakan oleh Perguruan Tinggi maupun Prodi pengusulnya itu dapat dilakukan selekasnya sehingga rekomendasi yang biasanya rekomendasi positif,” pesannya.

Terakhir, Prof. Dr. apt. Daryono Hadi Tjahjono mengingatkan pentingnya buku capaian pembelajaran guna menyusun kurikulum pendidikan kefarmasian. “Mudah-mudahan tidak hanya yang ingin mendirikan Program Studi Profesi Apoteker, tetapi kita-kita yang sudah memiliki Program Studi Profesi Apoteker berdasarkan buku capaian pembelajaran yang sudah kami sampaikan untuk capaian pembelajaran pendidikan Sarjana Farmasi dan Program Studi Profesi Apoteker. Tentunya akan menjadi rujukan utama di dalam penyusunan kurikulum di tempat bapak/ibu sekalian,” tutupnya.

Pada sesi pemaparan materi, Prof. Dr. apt. Umi Athiyah menegaskan perlunya sikap tanggap dan adaptif di setiap perubahan. “Tuntutan dinamika masyarakat ini luar biasa, begitu juga ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga dengan pengalaman, pembelajaran praktek kerja profesi diharapkan punya kemampuan tanggap terhadap perubahan di depan kita. Contoh kemarin saat pandemi, sehingga muncul inovasi-inovasi baru,” tegasnya.

Prof. Dr. apt. Umi Athiyah menambahkan, “Tujuan pembimbingannya adalah satu, memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang telah dimilikinya di kampus pada saat S1 untuk mengembangkan nilai sikap dan perilaku yang baik dalam praktek profesi. Sehingga peran pembimbingan di sini, baik itu pembimbingan oleh preseptor dan oleh dosen dari Program Studi, tentu lebih kepada bagaimana sikap, perilaku dalam menjalankan profesinya, sehingga tidak cukup hanya kognitif, tetapi ketiga-tiganya. (JR/ESP)

11 Mei 2023
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2023/05/APTFI-dan-Jurusan-Farmasi-UII-Gelar-Workshop-Pelatihan-Preseptor.jpg 450 678 Humas UII https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas UII2023-05-11 09:56:042023-06-21 10:00:15APTFI dan Jurusan Farmasi UII Gelar Workshop Pelatihan Preseptor

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Merayakan Syawal dengan Silaturahmi dan Saling Memaafkan Link to: Merayakan Syawal dengan Silaturahmi dan Saling Memaafkan Merayakan Syawal dengan Silaturahmi dan Saling Memaafkan Link to: Kemajuan Teknologi Untuk Peningkatan Mutu Pendidikan Farmasi Link to: Kemajuan Teknologi Untuk Peningkatan Mutu Pendidikan Farmasi Kemajuan Teknologi Untuk Peningkatan Mutu Pendidikan Farmasi Scroll to top Scroll to top Scroll to top