• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Entrepreneur Pekerjaan Ideal Lulusan Teknik Lingkungan
Berita Kegiatan, Pilihan

Entrepreneur Pekerjaan Ideal Lulusan Teknik Lingkungan

Menjadi entrepreneur merupakan pekerjaan yang kurang dilirik bagi mahasiswa teknik terutama Teknik Lingkungan. Lulusan teknik lebih berorientasi kepada pekerjaan yang memiliki penghasilan besar ataupun masuk di perusahaan ternama dan dapat menaikkan gengsi. Hal inilah yang menjadikan entrepreneur bukanlah sebagai pilihan utama lulusan Teknik Lingkungan. Dalam merespon hal tersebut, Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia (FTSP UII) mengadakan ENVIROTALK yang mengangkat pembahasan tentang “Strategi Pengembangan Bisnis Bidang Sanitasi Lingkungan” dan berlangsung di Auditorium FTSP UII pada Rabu (6/3) pukul 10.00 WIB.

Kegiatan ini dibuka oleh ketua Program Studi Teknik Lingkungan, Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.ES., Ph.D, serta narasumber Achmad Supi’i, S.T. Narasumber merupakan owner dan CEO dari Achmad & Associates Group yang memiliki karyawan sebanyak 78 karyawan, angka yang terbilang banyak sebagai perusahaan konsultan.

Sebelum membangun perusahaan sendiri, narasumber pernah bekerja sebagai konsultan di sebuah perusahaan dan sampai pada bagian Staff Engineer. Keadaan lah yang memaksa narasumber untuk keluar dan meniti perusahaan sendiri. “Bekerja di perusahaan memiliki penghasilan yang linier atau stabil sedangkan dunia entrepreneur memiliki penghasilan yang tidak linier”, ungkapnya.

“Keadaan awal bagi pemula yang masuk dunia entrepreneur adalah keraguan untuk memulai, keraguan akan pendapatan, dan keraguan akan gagal serta tidak ada modal dan terakhir bingung memilih bidang entrepreneur”, terangnya.

Ia juga menambahkan bahwa dasar-dasar tersebut sudah pernah didapatkan ketika kuliah. Bagi pebisnis, keberanian merupakan hal yang wajib sebab biasanya pebisnis merupakan orang-orang yang berani dan aneh (dalam arti baik).

Keadaan awal haruslah direspon baik bagi entrepreneur muda. Achmad meyakinkan bahwa sebagai entrepreneur, harus berani menghilangkan rasa ragu dan meninggalkan pekerjaan yang lain agar lebih fokus. Masalah selanjutnya yakni tentang permodalan. Modal dapat dicari dengan persiapan yang matang. Achmad bercerita bahwa sebelum membuka perusahaan sendiri, ia bekerja sebagai freelance dalam proyek-proyek teman kampusnya. Membangun relasi adalah penopang utamanya. Sehingga dalam waktu satu tahun ia mampu mengumpulkan modal.

Achmad menambahkan bahwa mimpi dan kemampuan adalah dasar wirausaha. Mimpi merupakan impian dan pemicu usaha, sedangkan kemampuan adalah pendorong dan nilai tambah calon entrepreneur muda. Dalam sebuah ungkapan, “pinter boleh, cerdas juga penting” maka carilah peluang-peluang usaha di bidang Teknik Lingkungan yang tidak disentuh orang dan jarang bagi lulusan teknik terutama Teknik Lingkungan. Secara umum, wirausaha di bidang Teknik Lingkungan berupa Training Centre, Social Preneur, Kontraktor/Vendor, Suplier, Laboratorium, dan Konsultan. Maka, cerdaslah membaca peluang.

“Sebagai calon entrepereneur haruslah memiliki tekat, berani menentukan pilihan, dan terus belajar. Pendidikan itu penting sebagai bekal, namun pengalaman di lapangan juga penting, maka carilah pengalaman selain hanya belajar teori”, pungkasnya. (ANR/APB)

7 Maret 2019
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/0U7A0056.jpg 330 495 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2019-03-07 16:15:112019-03-08 16:17:32Entrepreneur Pekerjaan Ideal Lulusan Teknik Lingkungan

Berita Terakhir

  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis
  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY
  • BP Inauguration 2026: Momen Selebrasi dan Transformasi Mahasiswa Bridging Program UII

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Milenial Punya Motivasi Tebar Manfaat Link to: Milenial Punya Motivasi Tebar Manfaat Milenial Punya Motivasi Tebar Manfaat Link to: Menjadi Millenial yang Dekat dengan Al-Qur’an Link to: Menjadi Millenial yang Dekat dengan Al-Qur’an Menjadi Millenial yang Dekat dengan Al-Qur’an Scroll to top Scroll to top Scroll to top