Di bulan Ramadan ramai dijumpai banyak pedagang musiman di pinggir jalan menjajakan takjil untuk berbuka puasa. Mulai dari makanan kecil hingga minuman pelepas dahaga mudah untuk ditemui di sepanjang jalan. Salah satunya adalah Ibu Hayati yang berusia 47 tahun ini. Beliau dan saudara-saudaranya biasa menjual es buah di depan sebuah supermarket di daerah Condongcatur. Ibu Hayati biasa membeli buah-buahan segar untuk diolah disore hari sehabis subuh di pasar terdekat. Mulai dari cincau, kolang-kaling, blewah, melon, semangka, dan apel lengkap dibeli oleh ibu Hayati untuk melengkapi menu es buah yang dijajakan. Selain itu, ibu Hayati juga menyediakan jajanan pasar sebagai pelengkap menu takjil yang ada di lapaknya

Bersama dengan kedua sahabatnya, ibu Hayati mulai berdagang pada pukul 15.00 sore, menyiapkan tempat serta menata jajanan yang akan dijual. Rasa dan kelengkapan dari es buahnya membuat daganganya selalu laris dicari setiap orang, belum lagi dengan keanekaragaman takjil juga harga yang bersahabat khususnya untuk kalangan mahasiswa. “Saya mah kalo jualan kasih harga murah aja mbak toh kan banyak mahasiswa di daerah ini jadi kalo murah pasti banyak yang nyari” ujarnya. Omset yang dihasilkan oleh ibu Hayati kurang lebih sebesar 3 juta. Dalam keseharian sebenarnya ibu Hayati adalah seorang pemilik rumah makan di daerah Condongcatur namun karena beliau melihat peluang yang besar ketika berdagang es buah maka ibu Hayati memutuskan ketika Ramadan beliau menutup rumah makannya dan memilih untuk berjualan es buah. “Saya punya rumah makan mbak tapi ya buka kalo hari-hari biasa aja, kalo Ramadan saya tutup mending jualan es buah toh banyak mahasiswa yang nyari,” ujarnya. (MC)