• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Fakultas Kedokteran UII Lantik 116 Dokter Baru
Berita Kegiatan, Pendidikan

Fakultas Kedokteran UII Lantik 116 Dokter Baru

Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) melantik dan mengambil sumpah 116 dokter baru yang terdiri dari 36 laki-laki dan 80 perempuan. Acara sumpah dokter FK UII angkatan 62 ini berlangsung pada Rabu (17/1) di Auditorium Prof. Abdul Kahar Muzakkir dengan penuh haru dan khidmat. Acara ini juga ditayangkan melalui kanal YouTube Fakultas Kedokteran UII.

Ketua Program Studi Profesi Dokter, dr. Ana Fauziyati, M.Sc., Sp.PD., dalam laporan menyampaikan hingga kelulusan tahun ini UII telah meluluskan sebanyak 2356 dokter dengan latar belakang daerah yang berbeda.

Disampaikan dr. Ana Fauziyati IPK tertinggi profesi dokter pada Angkatan ini berhasil diraih oleh dr. Nurin Jannatin dengan nilai 4.00. Kabar gembira lainnya, salah satu lulusan atas nama dr. Adinda Ditasari berhasil meraih nilai 90 pada CBT UKMPPD (Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter).

“Terbanglah yang tinggi, gantungkan cita-citamu setinggi bintang di langit, kembangkan sayapmu, kembangkan potensimu, tuntutlah ilmu sepanjang hayat. Selalu tebarkan manfaat untuk sesama, seperti air hujan yang membasahi bumi dan menumbuhkan dedaunan, seperti mentari yang menebarkan kehangatan dan menjadi penerang,” tuturnya.

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Semoga Allah Swt. senantiasa membimbing dan meridai langkahmu. Do’a kami menyertaimu,” lanjut dr. Ana Fauziyati.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran UII, Dr. dr. Isnatin Miladiyah, M.Kes. menyampaikan bahwa setelah diambil sumpah, para dokter baru akan menghadapi banyak tantangan, halangan, dan rintangan dalam mengarungi bahtera kedokteran. Salah satu tantangan tersebut adalah perkembangan dinamika teknologi informasi (Artificial Intelligence).

Selain itu, dr. Isnatin Miladiyah menyebutkan mengenai keharusan para dokter untuk senantiasa adaptif dan responsif karena sampai kapan pun keberadaan dokter tidak dapat digantikan.

“Sudah banyak memanfaatkan artificial intelligence. Apakah ini berarti peran dokter akan tergantikan? Tidak semudah itu. Karena ada satu sisi yang dinamakan sisi humanisme yang itu mungkin tidak bisa digantikan oleh artificial intelligence. Maka dari itu, adik-adik harus memperkuat sisi-sisi kemanusian yang sampai kapan pun tidak bisa digantikan oleh mesin” tuturnya.

Di tempat yang sama, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah DIY, Dr. Joko Murdiyanto, Sp.An juga menambahkan bahwa acara sumpah dokter ini adalah awal sekaligus akhir dari sebuah perjuangan. Awal perjuangan setelah dilantik dan akhir perjuangan dalam menyandingkan gelar dokter pada nama mereka.

Lanjutnya, ia juga mengingatkan bahwa sumpah dokter harus dilaksanakan dengan sepenuh hati. Oleh karena itu, dokter yang melanggar sumpahnya berarti sudah termasuk orang-orang yang tidak terhormat. “Saya ikrarkan sumpah ini dengan sungguh-sungguh, dengan mempertaruhkan kehormatan diri saya,” pungkasnya.

Tak kalah penting, Kepala Dinas Kesehatan DIY yang diwakili oleh Dra. Anna Jovita Kartika Riantari, Apt. menyatakan bahwa penyebab kematian bergeser kepada penyakit tidak menular. Maka dari itu, pemerintah memiliki upaya untuk memenuhi kebutuhan dokter, dokter spesialis, SDM kesehatan, serta berbagai sarana penunjang.

Berdasarkan hal ini, Pemerintah Kesehatan berharap agar para dokter baru ini mampu berkontribusi nyata mewujudkan upaya-upaya sehingga mencapai target tersebut. “Kami berharap bahwa para dokter baru saat ini dapat benar-benar ikut bersama dalam mewujudkan pemenuhan dan pemerataan pelayanan kesehatan tersebut,” tukasnya.

Sambutan terakhir disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik & Riset UII, Prof. Dr. Jaka Nugraha, S.Si., M.Si. Ia mengatakan bahwa keberhasilan acara sumpah dokter pagi ini adalah berkat dari perjuangan para mahasiswa, bimbingan dosen, dan juga doa dari orang tua. Selain itu, acara sumpah ini adalah bukti keberhasilan proses pendidikan di fakultas kedokteran UII saat ini.

“Alhamdulillah UII berhasil mencapai 98,7% pada UKMPPD, yang sebelumnya-sebelumnya 100%. Alhamdulillah masih mendekati. Ini menunjukkan bahwa proses pendidikan di UII khususnya pendidikan dokter ini sudah berjalan dengan baik, sehingga pantaslah kedokteran UII mendapat predikat unggul,” tutur Prof. Jaka. (NDW/CWN/RS)

18 Januari 2024
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2024/01/Fakultas-Kedokteran-UII-Lantik-116-Dokter-Baru.png 768 1366 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2024-01-18 15:51:042024-08-26 13:30:28Fakultas Kedokteran UII Lantik 116 Dokter Baru

Berita Terakhir

  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis
  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: UII Terima Kunjungan Universitas Al-Azhar Mataram Link to: UII Terima Kunjungan Universitas Al-Azhar Mataram UII Terima Kunjungan Universitas Al-Azhar Mataram Link to: Wujudkan Kemandirian Kesehatan dan Energi dengan Hilirisasi Invensi Link to: Wujudkan Kemandirian Kesehatan dan Energi dengan Hilirisasi Invensi Wujudkan Kemandirian Kesehatan dan Energi dengan Hilirisasi Invensi Scroll to top Scroll to top Scroll to top