Dalam rangka memperingati kemerdekaan Republik Indonesia ke-73, Universitas Islam Indonesia (UII) akan menyelenggarakan Dialog Kebangsaan dengan tema Indonesia Merdeka Indonesia Beradab. Dialog akan digelar pada Rabu (5/9), bertempat di Auditorium Prof. K.H. Abdulkahar Mudzakkir UII, Jl. Kaliurang Km.14,5.

Sejumlah tokoh akan hadir sebagai pembicara, antara lain Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizad Ryacudu (dalam konfirmasi), Gubernur D.I. Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, Pakar Hukum Pidana Dr. Artidjo Alkostar, SH., LLM., Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD., S.H., S.U., Cendikiawan Muslim, Dr. Azyumardi Azra, MA, CBE serta Budayawan dan Penyair, D. Zawawi Imron.

Rektor UII Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. di hadapan awak media pada Senin (3/9) menuturkan tema yang diusung dalam Dialog Kebangsaan adalah Indonesia Merdeka Indonesia Beradab.

Menurut Fathul Wahid latar belakang dipilihnya tema melihat kondisi Indonesia saat ini. Pertama, Indonesia Merdeka yaitu memperingati kemerdekaan Indonesia yang ke-73. Kedua, Indonesia Beradab yaitu tujuan Indonesia ke depan yaitu Indonesia beradab yang jauh dari korupsi, ketimpangan sosial dan polarisasi.

“Kita ingin ke depannya Indonesia bisa teguh dengan nilai-nilai luhur, kebersamaan, saling menghargai, dan kita harap dalam Dialog Kebangsaan nanti nilai-nilai itu muncul. Kita bisa diseminasikan dan viralkan agar menjadi salah satu bentuk edukasi ke bangsa ini,” ujarnya.

Disampaikan Fathul Wahid, saat ini seringkali agama dan kebangsaan dibenturkan. “Ini yang kita tidak ingin terjadi, karena agama dan kebangsaan itu harusnya menyatu. Ketika Bung Tomo meneriakkan Allahu Akbar itu satu nafas dengan merdeka. Dan kita juga tahu betul bagaimana Piagam Jakarta dirumuskan. Disitu nafas keagamaan dan nafas kebangsaan selalu menyatu,” jelasnya.

Oleh karena itu, menurut Fathul Wahid ketika ada yang membenturkan nilai keagamaan dan nilai kebangsaan harus diluruskan karena keberagaman dan kebangsaan harusnya dalam satu tarikan nafas.

Sementara disampaikan Hangga Fathana selaku ketua panitia penyelenggaraan Dialog Kebangsaan, jalannya dialog akan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama mengusung tema Penegakan Hukum Kunci Merangkai Kebhinekaan dan sesi kedua mengusung tema Nilai Religi Sebagai Penggerak Kemajuan Bangsa.

Dialog kebangsaan UII kali ini menarik animo peserta yang sangat tinggi tergambar dari tiket yang berjumlah 800 buah telah habis kurang dari 2 hari setelah diterbitkan. “Mengantisipasi hal tersebut, kami juga telah menyiapkan live streaming yang dapat diakses melalui halaman uii.ac.id bagi yang ingin menyaksikan langsung melalui daring,” ujar Hangga Fathana.

Pada acara jumpa pers ini, Fathul Wahid juga memperkenalkan program yang sedang diusung oleh UII yaitu Rumah Gagasan. “Rumah Gagasan adalah program yang kita inisiasi yang tujuannya untuk mencoba memberikan tawaran gagasan yang bisa kita peroleh dari UII untuk diberikan kepada bangsa dan masyarakat,” tuturnya.

“Dengan itu kita berharap UII ini tidak hanya memikirkan masalah domestiknya, tetapi juga berkontribusi pada negara, bangsa dan masyarakat,” imbuhnya.