Ranah internasional kini menjadi target baru program studi Arsitektur UII. Setelah sebelumnya mendapatkan akreditasi internasional melalui Korea Architectural Accrediting Board (KAAB), kini prodi Arsitektur UII menyelenggarakan Konferensi Internasional. Acara yang mengambil tema “Re-Charting the Knowledge of Architecture” ini diadakan pada tanggal 9 November 2017 bertempat di Auditorium lt.3 Fakultas Teknik Sipil dan Perencenaan, UII. Agenda ini merupakan salah satu perayaan puncak 30 tahun jurusan Arsitektur UII.

Ketua Jurusan Arsitektur UII, Noor Cholis Idham, Ph.D, IAI menyampaikan Konferensi Internasional menunjukkan bukti sumbangsih konkrit Jurusan Arsitektur UII terhadap usaha kemajuan dunia pendidikan arsitektur di Indonesia. “Tantangan globalisasi di satu sisi dan ciri khas budaya yang unik di sisi lain telah menempatkan pendidikan arsitektur harus sesuai dengan kemajuan teknologi dan pengguna serta lingkungan yang khas secara bersamaan”, ungkapnya. Aspek teknis dan sosial pada pendidikan arsitektur ini telah menjadikan belajar arsitektur juga menjadi sangat unik dan menarik.

Untuk mendukung kesuksesan acara, dihadirkan pembicara dalam seminar dari berbagai negara guna memunculkan gagasan-gagasan menarik. Prof Junshuk Lee, AIA, KIA sebagai pengajar di Myong-ji Korea sekaligus praktisi yang juga sebagai member KAAB. Beliau mengangkat tema “Quality Assurance in Architectural Education in Asia – On the Perspective of Design Based Architectural Education and Holistic Assessment”.

Selanjutnya Prof. Dr-Ing. Marcus Hackel sebagai pengajar di Wismar University Jerman yang membawakan tema “Intercultural Hands on Projects – Experiences in Architectural Education in Asian and European Context”. Prof. Johanes Widodo, Ph.D pengajar di National University of Singapore membawakan topik “Multitude in Cultural Complexities in Asia”. Prof. Yandi A. Yatmo, Ph.D, IAI sebagai pengajar di Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ibrahim Numan sebagai pengajar di Fatih Sultan Mehmet University Istanbul Turkey, dan Dr-Ing. Ilya F. Maharika, IAI pengajar Universitas Islam Indonesia.

Seminar juga mendapat respons yang baik dari berbagai pihak dengan disajikannya 30 makalah dari dalam dan luar negeri. Sebanyak 50 observer dari dosen dan mahasiswa S1, S2 dan S3 universitas sahabat juga turut hadir.

Presenter makalah ini terbagai dalam 6 ruangan dengan tema masing-masing. Ruangan 1 untuk tema “Humanity and its Challenge; Uncertainty of Urbanism and Territoriality (UT), Ruangan 2 untuk tema “Multitude of Cultural Complexity”, Ruangan 3 untuk tema “Multitude of Cultural Complexity (CC)”, Ruangan 4 untuk tema “Digital Reality and Digital Technology (DT)”, Ruangan 5 untuk tema “Environmentally Appropriate Technology (ET)” dan Ruangan 6 untuk tema “Uncertainty of Urbanism and Territoriality (UT)”. (BKP)