Berbagai peluang dan prospek kerja gemilang menanti mahasiswa lulusan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII). Hal ini terbukti dari testimoni para alumni FMIPA UII melalui forum Alumni Talk bertema “Menggapai Karir Gemilang Bersama FMIPA UII” yang dilangsungkan melalui kanal Instagram Live di akun @uiiyogyakarta pada (22/8) petang hari. Tak berselang lama setelah kelulusan dari FMIPA UII, para alumni mengakui telah berganti kesibukan baru sebagai pekerja produktif yang mengisi posisi-posisi vital di Industri dalam negeri. 

Fitriana Harjati, S.Si misalnya, tak berselang lama setelah kelulusannya dari program S-1 Kimia UII, alumni FMIPA UII angkatan 2016 ini per Januari tahun ini langsung menerima tawaran pekerjaan sebagai Quality Control (QC) di TOA Coating Indonesia. Kemudian saat ditanya lebih lanjut mengenai keputusannya memilih Kimia UII, ia menyebut bahwa pilihannya berdasar pada fakta bahwa Kimia UII merupakan salah satu program studi unggul di Indonesia. 

Kimia UII telah mengantongi akreditasi unggul BAN-PT dan memiliki standar akreditasi internasional dari Royal Society of Chemistry (RSC). Prodi unggulan UII ini juga mendapat predikat bintang tiga dari QStar Ranking. “Selain itu, atmosfer belajar mulai dari dosen yang capable, fasilitas yang lengkap, hingga rekan mahasiswa yang suportif itu sangat membantu kita ya buat berprestasi di berbagai level baik itu akademik maupun non akademik”, tandas Fitri.   

Senada dengan itu, Nabila Putri Faradilla, S.Pd. juga ikut menceritakan pengalamannya bertransisi selama kuliah hingga saat ini ia bekerja sebagai Customer Service Representative (CSR) Telkomsel Pusat Lampung. Meskipun berasal dari Program Studi Pendidikan Kimia UII, Nabila juga membuktikan bahwa tak selamanya kuliah di Pendidikan Kimia UII harus menjadi tenaga pendidik. Mulai bekerja sejak Desember 2020, ia menyebut pengalamannya selama menjadi bagian dari Pendidikan Kimia UII membantu banyak hal dalam menyelesaikan pekerjaannya. 

Nabila berkisah mengenai kilas baliknya saat mendapatkan pengalaman berkesan ketika mengikuti Student Exchange di Filipina selama kurang lebih satu bulan. Di sana, ia mengaku mendapat banyak insight mengenai kurikulum hingga metode belajar yang berbeda dengan Indonesia.

“Aku merasa beruntung karena Pendidikan Kimia UII sudah bekerja sama dengan organisasi pertukaran pelajar se-ASEAN bernama SEAMEO (The Southeast Asian Minister of Education Organization). Di situ, Pendidikan Kimia UII selalu mengirim mahasiswanya ke luar negeri” terang Nabila.

Dari kesempatan itu, ia menganggap minat dan bakatnya tersalurkan sehingga membentuk softskill maupun hardskill yang sangat dibutuhkan di era industri saat ini. 

Persona terakhir yang ikut serta menceritakan kisah suksesnya adalah Ragil Farhandimas Rizki. A.Md.Si. Alumni D-3 Analis Kimia UII Angkatan 2015 ini saat ini telah bekerja sebagai Operator Laboratory di PT. Pertamina Geothermal Energi Indonesia.

Enam tahun silam Ragil memilih Program Diploma Analisis Kimia karena menilai industri Indonesia membutuhkan banyak tenaga kerja ahli kimia. Selain itu, D-3 Analisis Kimia  sendiri juga saat ini telah mengantongi Akreditasi Unggul BAN-PT yang kemudian meyakinkan Ragil.

“Saya juga membaca beberapa testimoni dari para alumni bahwa lulusannya sudah mendapat pekerjaan di bawah tiga bulan setelah kelulusan, dan itu menarik buat saya. Selain itu tentu saja saya pertimbangkan aspek fasilitas yang lengkap bisa jadi competitive advantage buat memanjakan saya belajar banyak di sana”, sebut Ragil. Ia Belajar di sekolah vokasi juga mewajibkannya menerapkan konsep analytical thinking dan berpikir kritis ketika tugas praktikum di kuliah untuk diterapkan pada tugas profesi di Industri. (IAA/ESP)