• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Pojok Rektor2 / Mahadata dan Politik Gagasan
Pojok Rektor

Mahadata dan Politik Gagasan

Hiruk pikuk menjelang pemilihan legislatif dan pemilihan presiden sudah terasa menghangat. Percakapan warganet di media sosial mengindikasikan hal ini dengan sangat jelas. Kedua kubu telah menyebar beragam informasi yang saat ini sulit dibedakan, mana yang benar dan mana yang bohong (hoaks). Kondisi ini tentu membahayakan. Banyak orang yang tidak mempunyai daya nalar dan akses informasi yang cukup, berada dalam arus yang bisa menjadi liar ini tanpa sadar.

Polarisasi dan kontestasi

Polarisasi pendukung kedua kubu sangat terasa. Momentum kampanye yang sudah mulai, seakan mengamplifikasi polarisasi serupa yang benihnya sudah tersemai mulai 2014. Benih ini dalam beberapa tahun terakhir seakan tumbuh menjadi semak belukar yang berpotensi merusak tenun kebangsaan. Jika tren ini kita biarkan, persatuan bangsa menjadi taruhan mahal.

Sebagian dari kita bisa jadi adalah politisi, atau paling tidak simpatisan, yang menjadi bagian dari kedua kubu yang masuk lapangan kontestasi. Pilihan tersebut adalah tugas mulia, mengawal negara ini ke arah yang lebih baik. Tetapi, ketika segala cara dilakukan untuk memenangkan kontestasi, maka nurani telah digadaikan dan kuasa dijadikan tujuan utama. Salah satu praktik sesat yang selama ini banyak dilakukan adalah produksi informasi bohong alias hoax.

Ironisnya, saat ini menjadi sangat sulit membedakan antara informasi valid dan menyesatkan. Sebagian informasi ini diproduksi oleh warganet Indonesia yang menyebar melalui beragam kanal media sosial. Perkembangan mutakhir menunjukkan fenomena yang jauh dari cita-cita untuk membawa bangsa ini menjadi lebih matang dalam berdemokrasi dan dewasa dalam berpolitik.

Mahadata dan gagasan

Kegaduhan di media sosial telah menjadi kabut hitam penutup gagasan segar yang dimunculkan oleh warganet yang masih waras. Gagasan segar tersebut seringkali terkubur di antara mahadata (big data) dengan volume yang luar biasa di media sosial. Alih-alih membenamkan diri ke dalam kegaduhan tersebut, kita bisa menggunakan energi positif kita untuk menambang dan menghasilkan gagasan bernas dari mahadata tersebut.

Berangkat dari kesadaran kolektif tersebut, komunitas dosen muda di Yogyakarta menggagas gerakan Jogja Mendaras data (JMD). Gerakan ini dengan dukungan sistem Drone Emprit Academic yang dikembangkan oleh Media Kernels Indonesia, menambang percakapan warganet di Twitter. Mahadata hasil penambangan ini menjadi dasar analisis yang dapat menghasilkan tilikan-tilikan yang bermanfaat untuk mengedukasi dan mengajak publik bergerak serta memberi masukan ke pengambil kebijakan. Tilikan ini menawarkan narasi alternatif. Inilah politik gagasan yang dapat dilakukan tanpa tidak terjun langsung ke dalam partai politik atau terlibat dalam politik praktis.

Politik gagasan diperlukan untuk menjaga kewarasan dalam berpolitik untuk tidak mengabaikan kepentingan bangsa yang lebih besar dan berhorison jauh. Karenanya, kontestasi yang ada seharusnyalah melibatkan adu gagasan cerdas. JMD menyatakan dirinya tidak netral, tetapi berpihak: bukan ke salah satu kubu, tetapi kepada kebenaran. Kebenaran di sini harus berdasar data. Deklarasi sikap ini sangat penting di era pascakebenaran (post-truth), ketika perasaan lebih mengemuka dan kepala yang panas tidak diimbangi dengan hati yang dingin. Hati yang dingin akan menjaga kita tetap objektif dan membuka diri untuk menerima informasi benar, dari manapun asalnya. Mari, jaga akal sehat kita dengan politik gagasan!

Ditulis bersama dengan Ismail Fahmi. Tulisan ini telah dimuat dalam rubrik Opini Harian Kedaulatan Rakyat dengan judul ‘Data Raya dan Politik Gagasan’ pada 19 Oktober 2019

 

19 Oktober 2018
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2019/06/mahadata.jpg 2514 3353 985230102 https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png 9852301022018-10-19 10:23:202019-06-16 10:26:24Mahadata dan Politik Gagasan

Berita Terakhir

  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY
  • BP Inauguration 2026: Momen Selebrasi dan Transformasi Mahasiswa Bridging Program UII
  • Jawab Kebutuhan Pasien Internasional, CILACS UII dan RS Panti Nugroho Teken MoU Interpreter Bahasa Arab 

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: UII Perkuat Sinergi dengan Mitra Industri Perbankan Link to: UII Perkuat Sinergi dengan Mitra Industri Perbankan UII Perkuat Sinergi dengan Mitra Industri Perbankan Link to: Limbah Cangkang Telur dan Ampas Tebu Disulap Jadi Drywall Link to: Limbah Cangkang Telur dan Ampas Tebu Disulap Jadi Drywall Limbah Cangkang Telur dan Ampas Tebu Disulap Jadi Drywall Scroll to top Scroll to top Scroll to top