• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Indeks Berita2 / Berita Kegiatan3 / Memaknai Peran Penting Perempuan dalam Pembangunan
Berita Kegiatan, Pilihan

Memaknai Peran Penting Perempuan dalam Pembangunan

Bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional, Program Studi Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia (PSHI UII) melaksanakan webinar “Perempuan Dalam Pembangunan” pada Selasa (8/3). Acara ini menghadirkan tiga orang narasumber yakni Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi, Penghageng Kawedanan Hagang Punakawan Parwabudaya Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, H.E. Penny Williams PSM, Duta Besar Australia untuk Indonesia, dan Karina Utami Dewi, dosen PSHI UII.

Dalam penyampaiannya, GKR Mangkubumi menyatakan bahwa di Karaton Yogyakarta, pada awalnya anak-anak perempuan tidak diperkenankan untuk mengikuti kegiatan di ranah publik seperti berpartisipasi dalam latihan tari. Namun, seiring berjalannya waktu aturan ini mulai berubah dengan memberikan izin bagi para perempuan untuk ikut berpartisipasi dalam beberapa event menari.

Selain itu, Sri Sultan Hamengkubuwono X juga mengizinkan anak-anak perempuannya untuk memiliki kebebasan dalam menempuh pendidikan di luar negeri. “Pada awalnya, pesan yang disampaikan kepada kami adalah untuk memiliki wawasan yang lebih luas dan berpikiran maju pada saat kembali ke Indonesia” ujarnya.

Ketika belajar di luar negeri, ia dan saudara-saudaranya mendapat tugas untuk membawa perubahan ke Indonesia tanpa meninggalkan identitas sebagai orang timur setelah menyelesaikan studi masing-masing.

Keinginan untuk memberdayakan perempuan mendorong GKR Mangkubumi untuk membentuk program ekonomi ketahanan keluarga. Tujuannya agar perempuan dapat turut meningkatkan perekonomian keluarga dari rumah tanpa meninggalkan tugas utamanya menjaga dan merawat anak. “Perempuan bisa berusaha bersama-sama dengan berkelompok yang bertujuan untuk belajar bersama dalam memberdayakan kehidupan perempuan.” Ucap GKR Mangkubumi.

GKR Mangkubumi juga menyoroti terkait banyaknya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terkait isu perempuan. Seperti perkawinan dini, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga kasus perdagangan manusia dengan korban utama perempuan.

Dalam penutupnya GKR Mangkubumi menegaskan bahwa masih banyak perempuan yang belum terdengar dan tersentuh. Sehingga ia mengajak perempuan untuk bersama-sama berperan aktif dalam pembangunan bangsa. “Ayolah kita hargai partisipasi perempuan ini melalui apresiasi karena begitu banyak perempuan yang berkontribusi dalam pembangunan.” Tutupnya.

Isu mengenai keterlibatan perempuan di ranah ekonomi juga disorot oleh H.E. Penny Williams PSM yang menyatakan bahwa keterlibatan perempuan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga namun juga kesejahteraan negara secara luas. Penny menambahkan bahwa perempuan harus didorong untuk berkontribusi lebih di dunia politik sehingga bisa merumuskan kebijakan yang mendukung pemberdayaan perempuan.

Hal serupa juga disampaikan oleh Karina Utami Dewi. Ia menilai peningkatan kemampuan politik dan sosial bagi perempuan akan memberi dampak positif bagi negara. Kesempatan ekonomi yang setara bagi perempuan perlu semakin ditingkatkan. Menurutnya, masih ada negara yang belum memiliki undang-undang untuk mendorong kesetaraan ekonomi bagi kaum perempuan.

Ia menambahkan bahwa perempuan dituntut untuk bisa menjadi individu berdaya. Salah satunya melalui program pemberdayaan perempuan yang bisa memberikan pengaruh terhadap perubahan sosial baik untuk diri sendiri maupun orang lain. (AP/ESP)

9 Maret 2022
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/03/Memaknai-Peran-Penting-Perempuan-dalam-Pembangunan-1.jpg 450 800 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/12/Logo-Web-80-1.png humas2022-03-09 14:43:392022-03-10 14:57:20Memaknai Peran Penting Perempuan dalam Pembangunan

Berita Terakhir

  • UII Wisuda 31 Peserta Sekolah Lansia EduSia Maharani
  • UII Gelar Bedah Buku Mahfud MD, Angkat Dinamika Hukum dan Politik Nasional
  • UII Bersama BSN Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global Melalui Pemahaman Standarisasi dan Sertifikasi Kompetensi
  • UII Dorong Produktivitas Publikasi Ilmiah Melalui Pelatihan Pemanfaatan Agentic AI
  • Hadirkan Teknologi LC-MS/MS Mutakhir, UII Gelar Workshop dan Resmikan Kolaborasi Industri

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Mengerucut Tiga Nama Calon Rektor UII Link to: Mengerucut Tiga Nama Calon Rektor UII Mengerucut Tiga Nama Calon Rektor UII Link to: Tiga Strategi Digital Marketing Untuk Bertahan Saat Pandemi Link to: Tiga Strategi Digital Marketing Untuk Bertahan Saat Pandemi Tiga Strategi Digital Marketing Untuk Bertahan Saat Pandemi Scroll to top Scroll to top Scroll to top