• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Meneladani Imam Ghazali Bersikap di Tengah Krisis
Berita Kegiatan

Meneladani Imam Ghazali Bersikap di Tengah Krisis

imam al ghazali - berita uii

Krisis multidimensional tidak hanya terjadi di masa kini namun juga di masa lampau. Imam Al-Ghazali merupakan ulama besar yang menjadi saksi di saat krisis masa akhir Abbasiyah. Selain pertentangan antar mazhab, serbuan kerajaan Kristen Eropa masa itu juga mewarnai krisis. Hal ini membuat rakyat khawatir dan takut beraktivitas. Zaman itu memberikan gambaran yang memiliki kemiripan dengan masa pandemi Covid-19 saat ini.

Hal ini kemudian mendorong Program Studi Pendidikan Agama Islam UII menggelar kajian dengan pemateri Kurniawan Dwi Saputra, Lc., M.A pada Kamis (7/10). Dalam kajiannya, ia membahas siasat Imam Al-Ghazali dalam menghadapi krisis multidimensi pada zaman ia hidup. Kajian ini diharapkan dapat memberi pelajaran bagaimana mengambil sikap pada krisis modern.

Al-Ghazali adalah mujaddid atau pembaharu Islam yang juga dikenal sebagai Hujjah Al-Islam, karena karya-karyanya yang dapat membantah argumen-argumen dari para filsuf. Menurut Kurniawan, terdapat tiga aspek tahapan yang dilakukan Imam Al-Ghazali dalam menghadapi krisis multidimensi.

“Pertama, dalam aspek politik Imam Al-Ghazali menulis banyak buku yang berisi nasihat untuk para pemimpin atau penguasa dengan cara ilmiah, santun, dan beradab. Di antara buku-buku tersebut adalah kitab Al-Thibr al-Masbuk yang ditulis untuk Muhammad bin Maliksyah, serta Ihya Ulumuddin”, jelas dosen FIAI UII itu.

“Sesungguhnya kerusakan rakyat disebabkan kerusakan raja-raja (pemimpin), dan kerusakan raja-raja disebabkan kerusakan ulama, kalau saja bukan karena qadhi dan ulama suu’ maka kerusakan raja-raja akan minimal karena takut kritikan mereka”. (Kutipan dalam Ihya Ulumuddin)

Kurniawan berpesan, “Penting bagi kita sebagai seorang akademisi atau pembelajar, apabila kita berkarir nanti integritas adalah hal yang perlu kita pertahankan, karena kerusakan masyarakat itu pokoknya ada di ulama.”

Kemudian, dalam aspek intelektual Al-Ghazali berperan aktif mengikuti diskursus menghadapi krisis intelektual pada masa itu. Ia banyak menulis buku, di antaranya adalah Tahafut al-Falasifah, Maqashid al-Falasifah dalam bidang fikih, dan Fadhaih Bathiniyyah. Karya terakhir mengkritisi kelemahan argumen doktrin Taklim Bathiniyyah yang menyatakan ilmu pengetahuan harus berasal dari imam yang maksum, serta Al-Quran memiliki makna batin yang hanya bisa dimengerti dan ditafsirkan oleh imam maksum.

Sedangkan dalam aspek sosial, Al-Ghazali melakukan revitalisasi ilmu agama sebagai respon terhadap maraknya kecenderungan rasionalis ekstrem dalam filsafat, serta doktrin ta’lim kelompok-kelompok bid’ah. Oleh karena itu, ia mengingatkan pentingnya mengamalkan ilmu agama dengan semangat Akhlakul Karimah, seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, Al-Ghazali juga melakukan revitalisasi semangat keagamaan. Ia berpendapat dalam konteks internal umat islam sendiri ada masalah karena saat itu agama dilakukan hanya sebagai formalitas tanpa adanya semangat keagamaan. (VTR/ESP)

9 Mei 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/rektor-uii-rahasia-sukses-doa-ibu.jpg 450 671 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-05-09 06:27:072020-05-12 21:52:10Meneladani Imam Ghazali Bersikap di Tengah Krisis

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: PTS Menanti Respons Negara Link to: PTS Menanti Respons Negara PTS Menanti Respons NegaraPTS menunggu respon | pojok rektor UII Link to: Pentingnya Asupan Gizi untuk Meningkatkan Produktivitas Link to: Pentingnya Asupan Gizi untuk Meningkatkan Produktivitas Pentingnya Menjaga Sport PerformancePentingnya Asupan Gizi untuk Meningkatkan Produktivitas Scroll to top Scroll to top Scroll to top