,

Menjadi Manusia Berakhlak Al-Quran

Manusia Berakhlak Al-Quran menjadi tema yang diangkat pada penyelenggaraan tabligh akbar di Masjid Ulil Albab UII, Kamis (12/4). Kajian ini diisi oleh Abi Fakhri Nabhan Rabbani yang merupakan seorang tokoh pendidikan Indonesia, motivator dan trainer internasional, da’i internasional, penulis buku best seller, pengusaha, dosen, konsultan dan juga guru di pondok pesantren.

Disampaikan Abi Fakhri Nabhan Rabbani penting bagi seluruh umat memiliki akhlak Al-Quran dalam menjalankan kehidupan. Manusia yang berakhlak Al-Quran dapat dicapai dengan menjalankan beberapa perkara dalam hidup. Diantara perkara itu adalah hidup tanpa marah, tidak berperasangka buruk kepada orang, tidak boleh berputus asa, dan tidak mudah tersinggung.

Abi Fakhri Nabhan Rabbani menuturkan sesungguhnya musuh manusia bukanlah manusia itu sendiri. Sebab diantara manusia merupakan saudara sehingga tidak selayaknya untuk saling membenci. Musuh manusia adalah syaiton (setan) yang tabiatnya selalu ingin mengganggu manusia. Dijelaskan dalam kajian perbedaan antara jin, iblis dan syaiton.

“Jin merupakan makhluk yang diciptakan dari api. Sedangkan iblis adalah sebangsa jin yang tidak ingin sujud kepada adam dan syaiton adalah iblis yang mulai mengganggu manusia. Dapat dikatakan bahwa syaiton adalah sifat iblis dan bukan makhluk,” jelasnya.

Abi Fakhri Nabhan Rabbani menambahkan bahwa iblis telah bersumpah sebanyak empat kali. Salah satu sumpah iblis adalah “dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya kecuali hamba engkau yang mukhlis diantara mereka” yang berada dalam Al-Quran surat Al-Hijr ayat 39-40. Kemudian Allah menjawab sumpah iblis “pergilah, barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka jahanam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup.

Dan hasudlah siapa yang kamu sanggup di antara mereka dengan ajakanmu. Dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan belaka. Hal ini sebagaimana terdapat dalam surat Al-Israak ayat 63-64.

Abi Fakhri Nabhan Rabbani menjelaskan secara mendalam dengan menambahkan sepuluh tahapan godaan setan terhadap manusia yaitu dengan bisikan, merusak hubungan, tergelincir, tersesatkan, menjadikan setan teman, mengajak yang lain, membangun persaudaraan dengan setan, terikat, menjadi pengikut setan dan syirik. Beberapa nama setan yang sering mengganggu manusia adalah Zalitun, Watsin, Laqus, A’wan dan lain sebagainya.

Pada sesi terakhir kajian Abi Fakhri Nabhan Rabbani berpesan kepada jama’ah bahwa sangat penting untuk menjadi manusia yang berakhlak Al-Quran. Untuk mewujudkan hal tersebut dapat dilakukan dengan membaca terjemahan Al-Quran sebanyak lima lembar tiap selesai shalat fardhu. Ceramah diakhiri dengan mengiatkan jama’ah untuk tidak mudah marah, putus asa, mudah tersinggung dan berperasangka buruk. (NR/RS)