• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Perlu Terus Didorong
Berita Kegiatan, Covid19

Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Perlu Terus Didorong

FPCI (Foreign Policy Community of Indonesia) unit UII menyelenggarakan webinar let’s talk with expert. Webinar bertema “Upaya Stabilitas Ekonomi Indonesia dalam Tatanan Global di Tengah Pandemi Covid-19 di Era 4.0” ini diadakan pada Sabtu (13/6). Ada tiga orang pemateri inspiratif yang hadir. Ketiganya yaitu dosen prodi Hubungan Internasional UII Hangga Fathana, MA, Direktur Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Hidup, Kementerian Luar Negeri RI Agustaviano Sofjan, dan Direktur Hubungan Antar Lembaga Kementerian Pariwisata, K. Candra Negara.

Hangga Fathana menyampaikan pandemi ini adalah suatu hal yang tidak diduga oleh siapapun. Banyak orang tidak menyangka penyebarannya akan sangat cepat seperti saat ini. Secara global ia juga menghantam banyak pasokan baik dari permintaan dan lainnya.

Selain dampak kesehatan, sektor ekonomi pun turut jeblok. “Pertumbuhan ekonomi melambat dan pasar saham menjadi terpukul sehingga indeks saham banyak yang jatuh. Kemudian pengangguran juga yang terbesar di abad ini. Harga minyak dunia menjadi jatuh karena keadaan sekarang. Baik negara maju maupun berkembang sama-sama terdampak, namun lebih terasa di negara maju”, katanya.

Ia meyakini sebaiknya kebijakan ekonomi di masa pandemi diprioritaskan kepada kesehatan, pemberian kompensasi kepada masyarakat menengah ke bawah, dan dunia usaha. “Selama pandemi, saya melihat pentingnya untuk memprioritaskan tiga hal tadi. Setiap negara memiliki defisit APBN karena pemasukan berkurang sementara pengeluaran bertambah. Untuk itu, mengelola hutang negara adalah sesuatu yang perlu didukung”, imbuhnya.

Sementara itu, Agustaviano Sofjan menyampaikan penyebaran pandemi lebih cepat karena manusia semakin terintegrasi. Ia memperkirakan dampak krisis dapat menjadi lebih berat karena penyebaran yang begitu luas. Pandemi menjadi tantangan global yang harus disikapi dengan cara yang luar biasa.

“Kita bicara bagaimana dampak ekonomi dan Indonesia menyikapinya. Keadaan ini menambah kategori ekstrimnya kemiskinan di dunia. Pertumbuhan ekonomi menurun secara drastis. Bahkan Bank Dunia menyebut penurunan pertumbuhan ekonomi mencapai angka -5% sampai -6%. Ditambah dengan penurunan perdagangan global sekitar 27% dari nilai sebelumnya karena aktivitas di berbagai negara yang berkurang secara drastis”, ungkapnya.

“Kita harus memperkuat sistem kesehatan masyarakat. Mempertinggi kesehatan masyarakat seperti menekankan pentingnya selalu mencuci tangan, serta inovasi dan adaptasi yang harus disikapi secara positif. Pemerintahan sudah berusaha memperkuat dan menjaga stabilitas ekonomi nasional kita. Selanjutnya kita perlu mendorong UMKM seperti membantu bisnis dalam sistem eco digital baik dalam bentuk penjualan maupun pengembangan bisnisnya”, sarannya.

Sedangkan K. Candra Negara menyampaikan tidak ada negara yang benar-benar bebas dari dampak Covid-19. Jika tidak terdampak secara kesehatan namun bidang ekonominya pasti terganggu. Sebanyak 32,5 penduduk yang tidak langsung bekerja di bidang pariwisata, sebagian dari mereka di PHK dan dirumahkan. Sekurangnya lebih dari 2 ribu hotel di Indonesia tutup, belum mall, restoran, dan lainnya.

“Saya mencoba melihat bagaimana kami terlibat meningkatkan kerjasama internasional dalam menangani pandemi di bidang pariwisata. Dunia pariwisata yang saat terdampak suatu hari akan pulih karena banyak sekali orang yang bergantung di sektor ini. Penting untuk mempertahankan kepercayaan dari para potensial turis. Kita juga terlibat dalam pembahasan pemulihan pariwisata ASEAN”, terangnya.

Di samping itu, pelatihan SDM yang adaptif terhadap pandemi juga perlu terus digalakkan. Selanjutnya, teknologi juga sangat membantu dalam memfasilitasi pelatihan daring, webinar, pendataan pelaku parekraf terdampak, serta platform digital.

Saat new normal berjalan, Presiden menghimbau agar sektor pariwisata tidak tergesa-gesa. Ada tahapan-tahapan sebagai jaminan protokol kesehatan di tempat wisata yang harus dipenuhi. “Kami akan membangun kepercayaan turis dan juga melakukan promosi agar orang melakukan perjalanan wisata di Indonesia. Suatu studi berpendapat bahwa besar kemungkinan pariwisata akan didorong pemulihannya oleh turis-turis domestik”, pungkasnya. (FNJ/ESP)

16 Juni 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/06/concept-of-covid-19-in-red-background-4031867.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII.png humas2020-06-16 12:14:342020-06-16 12:16:06Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Perlu Terus Didorong

Berita Terakhir

  • UII Terima Kunjungan Universitas Pertahanan RI
  • UII dan IKPI Perkuat Kolaborasi untuk Siapkan Konsultan Pajak Adaptif di Era AI dan Coretax
  • UII Hadirkan Light Show di Stasiun Tugu Yogyakarta, Perkenalkan Kampus Melalui Pertunjukan Visual
  • UKM TQFI UII Resmi Buka Grand Final International Quranic Festival 2026
  • DPKA UII Gelar Career Class: Hadirkan Pakar BUMN Bahas Peta Jalan Karier Mahasiswa

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Tips Mendapatkan Beasiswa Kuliah Link to: Tips Mendapatkan Beasiswa Kuliah Tips Mendapatkan Beasiswa KuliahProgram Studi Kimia UII akreditasi Unggul Link to: Ragam Perspektif Terhadap Covid-19 Link to: Ragam Perspektif Terhadap Covid-19 Pernyataan Sikap UIIRagam Perspektif Terhadap Covid-19 Scroll to top Scroll to top Scroll to top