• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Peran Pemuda Intelektual Muslim dalam Membangun Negeri
Berita Kegiatan, Pilihan

Peran Pemuda Intelektual Muslim dalam Membangun Negeri

Gubernur Jawa Barat, Dr. (H.C). Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D. menjadi pembicara dalam Diskusi Civitas Akademika bertemakan “Peran Pemuda Intelektual Muslim Membangun Negeri yang Berprestasi” di Masjid Ulil Albab Universitas Islam Indonesia (UII), Selasa (5/4) sore.

Dihadiri ratusan civitas akademika dan masyarakat umum, jalannya diskusi dipandu oleh Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UII, Dr. Herman Felani Tandjung, S.S., M.A. dan diawali dengan penyampaian pengantar diskusi oleh Rektor UII Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. Dalam pengantarnya, Prof. Fathul Wahid menceritakan tentang kisah Ali bin Abi Thalib sebagai pemuda intelektual yang luar biasa.

Saat itu Ali bin Abi Thalib yang masih berusia 10 Tahun telah berjuang untuk Islam dengan mengikuti setiap perang Rasulullah. “Ali adalah intelektual muda saat itu yang luar biasa karena keluasan perspektif yang dipunya,” tutur Prof. Fathul Wahid.

Dikemukakan Prof. Fathul Wahid, di Indonesia sendiri peran pemuda sangat terlihat pada era kemerdekaan, yaitu dengan terjadinya revolusi pemuda. Salah satu contohnya juga dapat dilihat dari Rektor pertama UII, Abdul Kahar Muzakkir yang menjadi Rektor di usia 38 Tahun.

“Jadi banyak warisan para pemuda yang luar biasa, dan hari ini kita kedatangan Kang Emil, insyaAllah akan menginspirasi kita semua bagaimana pemuda tetap bisa memainkan peranan penting untuk membangun bangsa kita, yang mudah-mudahan semakin sejahtera, semakin adil dan semakin bermartabat,” paparnya.

Memasuki acara inti, Mochamad Ridwan Kamil menyampaikan pesan mengenai skenario Allah yang tidak dapat diimajinasikan. “Jadi point nya adalah ikuti skenario Allah dengan sebaik-baiknya,” pesannya.

Pria yang juga akrab disapa Kang Emil ini menuturkan, meskipun berulang kali dihadapi oleh berbagai ujian dan masalah hidup, tetaplah berfikir positif bahwa skenario Allah adalah yang terbaik. Selain itu penting untuk mengubah pola pikir agar lebih mudah menerima setiap takdir Allah. Ia menegaskan, agar menjadikan tragedi dalam hidup ini sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik kedepannya.

Tiap zaman ada masalahnya, tiap masalah ada zamannya. Hal ini diungkapkan Kang Emil mengkritisi masalah di masyarakat. Ia menceritakan keresahannya di masa lalu. Awalnya ia mengaku pernah menjadi warga yang marah dengan sistem pemerintahan. Lalu menyalurkan amarahnya itu dengan motivasi untuk merebut kekuasaan.

Kang Emil memutuskan untuk membuat berbagai komunitas seperti Indonesia Berkebun, Creative Forum, Design Kolong Jembatan dan lain-lain. Cara yang dilakukan ini menurutnya bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sekaligus kritik terhadap sistem pemerintah.

Akhirnya cara ini membuahkan hasil. “Saya udah ngasih gagasan gratis sebagai pemuda, dicuekin. Akhirnya saya masuk merebut dan jadi Walikota,” kelakarnya disambut riuh sivitas akademika UII dan masyarakat yang sejak awal menyimak dengan antusias.

Lebih lanjut Kang Emil mengemukakan, sebagai seorang pemimpin hendaknya memiliki prisnsip yang kuat. Menurutnya prinsip sebagai pemimpin yaitu niatkan kehidupan untuk ibadah, berfikir bahwa kekuasaan hanyalah sementara, lalu berkomitmen untuk memberikan manfaat kepada orang banyak.

Di samping prinsip yang kuat, lanjut Kang Emil, penting juga untuk ikhtiar, tawakal dan berdoa kepada Allah. “Ikhtiar tanpa doa tidak paripurna, tidak ada perlindungan. Doa tanpa ikhtiar cenderung jalan di tempat karena tidak ada usaha,” tuturnya.

Disampaikan Kang Emil, kelebihan berbaik sangka kepada Allah adalah dapat menenangkan hati dan membuat pikiran menjadi positif.

Tidak hanya sharing mengenai makna ikhtiar, tawakal dan doa, Kang Emil dalam kesempatannya juga menyinggung program-program dalam jabatannya sebagai Gubernur. Beberapa program yang dijalankan yaitu satu desa satu hafidz quran, ekonomi keumatan dengan bisnis milik pesantren, program kredit masjid untuk dhuafa di lingkungan masjid, dakwah digital, dan english for ulama.

Mengakhiri diskusi, pesan disampaikan Kang Emil untuk pemuda Indonesia generasi saat ini. Yakni tidak bertengkar, menjunjung persamaan, tidak melihat perbedaan sebagai kebencian, dan menjadikan perbedaan sebagai rahmat.

“Jadi kalo hari ini adik-adik melihat perbedaan terus dibesar-besarkan ketimbang membesar-besarkan persamaan, itu rute menuju bubarnya peradaban,” tutup Kang Emil. (LY/AMG/RS)

6 April 2022
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/04/Gubernur-Jawa-Barat-Dr.-H.C.-Mochamad-Ridwan-Kamil-S.T.-M.U.D.-menjadi-pembicara-dalam-Diskusi-Civitas-Akademika-di-Masjid-Ulil-Albab-UII.jpg 450 750 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2022-04-06 03:32:232022-04-06 08:29:00Peran Pemuda Intelektual Muslim dalam Membangun Negeri

Berita Terakhir

  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis
  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY
  • BP Inauguration 2026: Momen Selebrasi dan Transformasi Mahasiswa Bridging Program UII

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Yuk Buruan Daftar IISMA, Pendaftaran Ditutup 12 April Link to: Yuk Buruan Daftar IISMA, Pendaftaran Ditutup 12 April Yuk Buruan Daftar IISMA, Pendaftaran Ditutup 12 April Link to: UII Teruskan Sinergi Kerja Sama dengan USIM Malaysia Link to: UII Teruskan Sinergi Kerja Sama dengan USIM Malaysia UII Teruskan Sinergi Kerja Sama dengan USIM Malaysia Scroll to top Scroll to top Scroll to top