,

Peserta KKN Menjadi Representasi UII di Masyarakat

Universitas Islam Indonesia (UII) kembali melepas mahasiswanya untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN), angkatan 55 Tahun Akademik 2017/2018, pada Kamis (27/7), di Lapangan Sepak Bola Kampus UII, Jl. Kaliurang Km.14,5. Pada KKN UII periode ini  menerjunkan 4.064 mahasiswa yang tersebar dari berbagai Program Studi, dan merupan jumlah terbanyak selema penyelenggaraannya.

Disampaikan Kepala Pusat KKN UII, Dr. Unggul Priyadi, M.Si. dalam laporannya, lokasi KKN UII terbagi di 28 kecamatan, 78 desa dan 447 dusun. Lokasi ini tersebar di wilayah Yogyakarta dan Jawa tengah seperti Wonosari, Purworejo, Magelang dan Klaten. Adapun waktu pelaksanaanya pada tanggal 31 Juli s.d 31 Agustus 2017 atau akan menginap selama 32 hari dilokasi KKN.

Sebelumnya mengikuti program KKN ini seperti dituturkan Unggul Priyadi, para mahasiswa telah mengikuti berbagai pembekalan seperti di antaranya keagamaan dan ide kreatif.  Ia menambahkan, pada penyelenggaraan program KKN periode ini hampir di suluruh lokasi KKN akan fokus pada program yang kaitannya dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Badan Usaha Milik Antar Desa (BUMADes).

Sementara Wakil Rektor I UII, Dr.-Ing. Ir. Ilya Fadjar Maharika, MA., IAI. dalam kesempatannya menuturkan, KKN merupakan momen mahasiswa bertemu langsung dengan masyarakat, dan secara simbolis merupakan perwakilan dari institusi. Menurutnya jaket (jas almamater) yang dipakai oleh setiap peserta KKN adalah merepresentasikan UII.

Menurut Ilya Fadjar Maharika, sebagai wakil institusi di masyarakat, para peserta KKN tidak bisa semaunya sendiri dan seenaknya sendiri. Representasi institusi adalah bagaimana menjunjung adab sopan santun dan juga merepresentasikan Islam. Selain itu, para peserta juga tidak boleh melakukan aktivitas-aktivitas yang tidak sesuai dengan institusi pendidikan, seperti gerakan-gerakan politik.

“Bisa juga dari masyarakat akan menghakimi, misalnya ada peserta KKN UII pakai jaket (jas almamater) leda-lede atau semaunya sendiri,” tuturnya.

Lebih lanjut di hadapan peserta KKN Ilya Fadjar Maharika menuturkan pentingnya mengikuti program KKN ini, yang juga menjadi intisari dari gelar kesarjanaan. KKN menurutnya  menjadi bagian bertemunya ilmu yang dipelajari dengan aplikasinya di masyarakat.Oleh karenanya ia berharap agar program-program dapat dijalankan dengan baik dengan sepenuh hati, dengan suka cita dan jangan hanya program sekedar asal jalan. KKN adalah momen yang sangat baik untuk membangun kepercayaan diri, menjadi seorang yang mampu mengendalikan diri sendiri untuk pengembangan karir ke depan.

“Walaupun hanya satu bulan, momen ini sangat berharga, karena para peserta akan tertatar dengan kompleksitas, dimana manajemen akan kompleksitas itu adalah bekal yang sangat berharga untuk masa depan,” terangnya.