Tim Mobil Listrik Ulil Albab Student Center (UASC) Universitas Islam Indonesia (UII) akan kembali berlaga dalam ajang kompetisi tingkat nasional. Kali ini tim UASC dijadwalkan mengikuti Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) IX, di Politeknik Negeri Bandung selama lima hari, 22–26 November 2017.  Dalam ajang kali ini tim mobil listrik UII siap meluncurkan karya baru yang diberi nama Kaliurang Unisi 3.

Dalam acara peluncuran Kaliurang Unisi 3 di Gedung Rektorat UII,  Senin (20/11), Rektor UII Nandang Sutrisno SH., LLM., M.Hum., PhD. menyampaikan apresisasi yang tinggi kepada segenap tim mobil listrik UASC  yang telah berhasil membuat mobil listrik baru dengan inovasi yang lebih canggih.

Lebih lanjut Nandang menuturkan bahwa prestasi yang sudah berhasil diraih mobil listrik UII dalam berbagai kompetisi sudah mampu memikat hati masyarakat dan pejabat negara serta berbagai perusahaan di Indonesia. Tentunya capaian ini harus bisa dipertahankan.

Nandang Sutrisno berpesan agar tim UASC UII bisa terus berkarya, berinovasi dan mampu membangun jaringan yang luas. “ tentu kami sangat bangga kepada tim UASC UII atas karya-karyanya selama ini, kami berharap kompetisi di level nasional bisa menjadi bukti bahwa UII adalah perguruan tinggi yang unggul,” tandasnya.

Sementara Dekan Fakultas Teknologi Industri UII, Dr. Drs. Imam Djati Widodo M.Eng., Sc. mengungkapkan terimakasihnya kepada seluruh pihak yang mendukung pembuatan mobil ini. Ia juga mengungkapkan rasa optimisnya bahwa mobil listrik ini tersebut bisa bersaing lebih baik lagi.

Selain itu Ia berharap mobil listrik yang baru ini bisa menjadi rujukan seperti mobil-mobil yang sebelumnya.” Setiap kali kita meluncurkan mobil, pasti ada sesuatu yang baru sehingga hal ini bisa menjadi keunggulan,”. Jelasnya.

Dr. Imam Djati Widodo menekankan bahwa tujuan utama dari pembuatan mobil listrik adalah lebih dari sekedar memenangkan sebuah perlombaan.  “kemenangan lomba adalah sesuatu yang sangat kita harapkan, namun lebih dari itu bahwa pengembangan teknologi dan bagaimana kita berinteraksi dengan teknologi yang tebaru, serta bagaimana kita memaksimalkan rancangan kita dengan teknologi yang baru itu menjadi sesuatu yang lebih dari sekedar kemenangan lomba,” tandasnya.

Ketua Tim Mobil Listrik UII, Rian Nur Adiyatama menjelaskan bahwa mobil baru yang siap di lombakan ini dibuat dengan waktu pembuatan yang terbilang singkat yaitu 2.5 bulan. Disampaikan bahwa total dana yang digunakan untuk membuat mobil listrik yang ketiga ini adalah Rp. 65 juta, dengan mengusung teknologi telemetry yang telah didesainnya selama 1 tahun.

“Dalam Pembuatan kali ini, kami menggunakan teknologi telemetri dimana teknologi ini memuat data logger yang ada di mobil atau motor baik suhu, battery, dan daya bisa terlihat dalam satu layar. teknologi ini seperti yang bisa kita lihat dalam formula one,” ungkapnya.

Rian juga mengungkapkan bahwa selain menggunakan inovasi telemetry, mobil baru ini juga dilengkapi dengan sistem live streaming dan self developed battery management system  (BMS) dan  memiliki bobot yang lebih ringan dari mobil sebelumnya yaitu 120 Kg dan kecepatannya yang dapat menempuh jarak 70 Km/Jam.

Sementara pada kesempatan sebelumnya wakil rektor III UII, Ir. Agus Taufiq, M.Sc. berpesan agar tim mobil listrik ini nantinya tidak hanya berkompetisi namun juga betul betul mewujudkan mobil listrik yang riil dan bermanfaat. Tim mobil listrik hendaknya bisa menjaga semangatnya dengan baik sehingga bisa terus melahirkan karya dan inovasi- inovasi bagi bumi pertiwi.

“ Teman-teman ulil albab student center ini diharapkan tidak hanya berkompetisi, namun juga harus benar-benar mewujudkan mobil listrik yang riil. Kami berharap agar semangat dari teman-teman tim mobil listrik terus dijaga dengan baik dan terus kompak,” ungkapnya. (EF/RS)