Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menunjukan kiprahnya dalam bidang perlombaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Kali ini, kafilah UII yang dimotori oleh Komunitas El-Markazi berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan membawa pulang 4 piala pada perhelatan MTQ Universitas Sebelas Maret tahun 2018 (MTQ UNS 2018) antar mahasiswa se-Pulau Jawa. Acara ini diselenggarakan UKM Ilmu Quran UNS pada 20-21 Oktober 2018.

Adapun torehan prestasi yang dicapai oleh mahasiswa UII pada perhelatan MTQ ini meliputi Juara 1 cabang Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ) kategori Putra yang diraih oleh Abi Quhafah (Hubungan Internasional 2018). Kemudian posisi Juara 2 pada bidang yang sama yang berhasil ditempati oleh Aldi Fahmi Mustofa (Ekonomi Islam 2018). Sementara itu, Tim Musabaqah Fahmil Quran (MFQ) yang terdiri dari M. Bustomi (PAI 2017), Ridwan Rais (PAI 2018), dan Ayu Winda (Ekonomi Islam 2018) berhasil memperoleh Juara 2. Sedangkan sumbangan piala yang terakhir datang dari cabang Musabaqah Tartilil Quran, dengan diraihnya Juara 3 oleh Arif (Ilmu Komunikasi 2016).

Ayu Winda, salah satu peserta cabang MFQ mengucap syukur atas torehan prestasinya tersebut. Meskipun ini merupakan kali pertama Ayu mengikuti lomba MFQ tingkat mahasiswa, namun ia berhasil memperoleh juara. Menurut Ayu, prestasi yang ditorehnya tidak terlepas dari kerja tim yang baik.

“Alhamdulillah, awalnya tidak menyangka bisa menjadi juara, tapi karena hasil usaha per-tim jadi alhamdulillah ada hasilnya. Kerja tim yang kompak jadi bisa menghasilkan hal yang baik,” ujarnya.

Sementara itu, Aldi Fahmi Mustofa sebagai penyandang Juara 2 di bidang MHQ menuturkan bahwa dengan mengikuti kegiatan perlombaan MHQ memberinya semangat untuk tetap menjaga dan mengukur kualitas hafalan Al-Quran yang ia miliki. “MHQ sebagai sarana mengukur tingkat kelancaran hafalan,” ujarnya.

Aldi juga berharap torehan prestasinya dapat menginspirasi mahasiswa UII untuk lebih semangat dalam berusaha menggapai cita-cita. “Harapannya untuk mahasiswa UII lebih semangat lagi dalam berprestasi, karena semua prestasi tidak ada yang instan, harus ada usaha, kerja keras dan banting tulangnya,” ujar mahasiswa penerima Beasiswa Tahfizh UII tersebut. (MIH/ESP)