• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Innovation2 / 2018
humas
Berita Kegiatan

Mahasiswa Punya Peran dalam Pembangunan Berkelanjutan

Departemen Kajian Penelitian LEM FMIPA UII menyelenggarakan acara Science and Discussion 2018 (Session 2018) dengan tema “Peran mahasiswa dalam mendukung kebijakan strategi SDGs (Sustainable Development Goals).”. Acara tersebut berlangsung pada Sabtu dan Minggu (13-14/10), bertempat di GKU Prof. Dr. Sardjito, MD., MPH, Kampus Terpadu UII.

Read more

14 Oktober 2018
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2018/10/IMG_6356.jpg 330 495 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2018-10-14 09:34:202018-10-18 09:51:32Mahasiswa Punya Peran dalam Pembangunan Berkelanjutan
humas
Berita Kegiatan

Science Festival FMIPA UII Ajak Mahasiswa Berkreasi

Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia (LEM FMIPA UII) menyelenggarakan kegiatan “Science Festival” dengan tema “Menjalin silaturahmi dengan mengembangkan potensi dan sportifitas”. Acara ini diselenggarakan di lapangan parkir Lapangan FMIPA UII, pada Sabtu (13/10).

Read more

14 Oktober 2018
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2018/10/51595.jpg 330 499 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2018-10-14 09:20:452018-10-18 09:49:38Science Festival FMIPA UII Ajak Mahasiswa Berkreasi
humas
Berita Kegiatan

Bantuan Diharapkan Dapat Pulihkan Ekonomi Palu Pasca Bencana

Bencana gempa yang melanda Palu 28 September 2018 meninggalkan kerusakan yang cukup parah. Untuk membantu pemulihan roda perekonomian di lokasi bencana, UII kembali mengirimkan bantuan logistik dan kebutuhan pokok. Penyaluran bantuan ini bekerjasama dengan lembaga kemanusiaan ACT pada Jumat siang (12/10). Seminggu sebelumnya UII juga mengirimkan bantuan logistik dengan jumlah sebanyak 6 truk logistik.

Read more

13 Oktober 2018
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2018/10/IMG_9440.jpg 330 526 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2018-10-13 09:49:042018-10-29 09:49:22Bantuan Diharapkan Dapat Pulihkan Ekonomi Palu Pasca Bencana
humas
Berita Kegiatan

Relawan Kesehatan Berperan Tingkatkan Kesehatan di Pondok Pesantren

Pondok pesantren (ponpes) sebagai lembaga tempat menuntut ilmu menjadi sarana berkumpulnya para santri dari berbagai daerah. Sayangnya, lingkungan ponpes seringkali dihadapkan pada masalah kesehatan dan fasilitas yang kurang memadai. Hal ini berdampak munculnya berbagai penyakit infeksi menular, terutama penyakit skabies. Masalah ini mendapat sorotan dari sivitas akademika UII. Mereka berupaya menggerakkan peran relawan kesehatan di lingkungan ponpes (RESKESTREN) untuk meningkatkan taraf kesehatan para santri di sana.

Read more

11 Oktober 2018
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2018/10/WhatsApp-Image-2018-10-11-at-11.16.53.jpeg 330 507 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2018-10-11 10:56:592018-10-11 11:21:29Relawan Kesehatan Berperan Tingkatkan Kesehatan di Pondok Pesantren
Web Administrator
Pojok Rektor

Hoaks dan Cinta ala Kadarnya!

Bangsa Indonesia sebentar lagi menghelat pemilihan presiden yang dibarengkan dengan pemilihan legislatif pada April 2019. Hari ini, suasana persiapan pesta sudah terasa hangat.

Pesta demokrasi empattahunan ini , di sisi sangat strategis untuk menghasilkan pemimpin nasional dan wakil rakyat yang berkualitas negarawan, tetapi di sisi lain, ekses dari pesta yang tidak sehat dapat menggurat luka sangat dalam bagi yang belum dewasa dalam berpolitik.

Saya yakin, semua sepakat bahwa sisi gelap pesta demokrasi ini harus kita hindarkan, supaya bangsa ini tidak semakin menyia-nyiakan energi positifnya untuk aktivitas yang tanpa dampak. Termasuk dalam penyia-nyian energi bangsa adalah praktik penyebaran hasutan dan ujaran kebencian yang tiada berbatas. Informasi plintiran dan bahkan bohong (hoaks) diproduksi untuk kepentingan jangan pendek tanpa mempedulikan rajutan keragaman bangsa.

Kepemimpinan profetik yang dilandasi teladan Rasulullah, bagi saya, selain membahas kualitas pribadinya, seharusnya tidak mengabaikan sikap pribadi (standpoint) untuk beragam isu penting bangsa.

Dalam tulisan ini, saya ingin mengangkat satu topik yang seharusnya menjadi perhatian para pemimpin dan calon pemimpin bangsa ini karena statusnya yang  sudah akut dan kritis, yaitu terkait dengan penyebaran hoaks.

Mengapa isu ini menjadi penting? Pengalaman lampau kita mengajarkan bahwa dalam musim pemilihan presiden dan pemilihan legislatif, produksi hoaks meningkat tajam. Tidak jarang, meski sering dielak, hoaks menjadi bagian strategi pemenangan dan menhinakan lawan. Bisa jadi tim kampanye formal tidak menuliskan ini dalam daftar strateginya, tetapi sikap tegas terhadap penyebaran hoaks seringkali bersifat ambigu dan abu-abu.

Seyogyanyalah, bukan karena hoaks yang menyebar menguntungkan diri atau jagonya, maka kemudian mata seakan buta. Bukan karena hoaks yang bersliweran menghinakan lawannya, telinga seakan tuli. Juga, bukan karena hoaks tidak mengganggu dirinya, hati menjadi mati.

Kepemimpinan profetik juga seharusnya tidak menutup mata terhadap pendukungnya yang mengabaikan nilai-nilai universal kemanusiaan, seperti kejujuran dan kedamaian; sesuatu yang seringkali sulit ditampik dalam pemenangan kontestasi politik. Kualitas pendukung pemuja hasutan dan anti stabilitas sosial, selama menguntungkan dirinya, lantas tidak ditegur dan diarahkan. Sikap yang tegas tidak diberikan. Sikap seperti ini tentu jauh dari kualitas pemimpin yang mengusung nilai-nilai kenabian, kepemimpinan profetik.

Mari sejenak kita kupas beragam aspek terkait dengan hoaks dan penyebarannya.

Pertama, mengapa kita (manusia) menyebar hoaks? Riset menunjukkan bahwa banyak keputusan yang kita ambil, seringkali bukan karena rasionalitas individu, tapi berdasar narasi kelompok. Di sini, kredibilitas sumber sangat mempengaruhi interpretasi sosial atas informasi. Hal ini diperparah dengan kenyataan bahwa kita adalah pencari informasi yang bias; kita mencari informasi yang mendukung pandangan kita dan mengabaikan informasi yang berseberangan. Karenanya, membetulkan informasi yang salah tidak serta merta mengubah kepercayaan orang. Hasilnya adalah kamar gema, ketika informasi senada berulang dan beredar di kalangan tertutup. Di sini, biasanya terjadi eksposur terpilih terhadap informasi yang beredar dan bias konfirmasi karena kecenderungan untuk mencari informasi yang mendukung pemahaman sebelumnya.

Kedua, bagaimana hoaks menyebar? Fitur berbagi sosial media merupakan sumber kuat penyebar hoaks. Proses berbagi ini dapat dilakukan oleh pegiat media sosial atau bot, program yang ditujukan untuk maksud serupa. Media sosial yang difasilitasi Internet telah menghadirkan kekayaan informasi di satu sisi, memunculkan kemiskinan atensi individu atas informasi di sisi lainnya. Hal ini, sampai tingkat tertentu, akan mencegah pemilahan informasi berdasar kualitas. Informasi berkualitas rendah dan tinggi sama-sama dapat menyebar dengan cepat.

Biasanya, informasi, baik hoaks atau fakta, menjadi viral tidak melalui rangkaian pertukaran informasi yang panjang antarpengguna-biasa. Dalam konteks ini, media, pesohor, atau tokoh dengan banyak pengikut dapat menyebar informasi dengan jangkauan luas memperpendek rangkaian.

Ketiga, siapa penyebar hoaks? Hoaks dapat disebar oleh beragam aktor: individu, organisasi bermotivasi finansial/politis, atau bahkan pemerintah/negara. Kita dapat menjadi penyebar hoaks ketika ‘ringan jari’ dalam membagi informasi tanpa verifikasi. Partai politik dan simpatisannya juga tidak kalis dari potensi menjadi pelaku jika menghalalkan semua cara dalam memenangkan kontestasi. Ketika pemerintah memberikan informasi yang menutupi fakta yang ada, tidak sulit menyatakan bahwa mereka juga dalam golongan ini.

Keempat, mengapa kita percaya atau tidak hoaks? Setiap dari kita mempunyai pandangan dunia yang berdasar pada konsep, kepercayaan, dan pengalaman, untuk menginterprstasikan dan menilai realitas. Jika hoaks yang kita terima sesuai dengan pandangan dunia kita, maka kita akan cenderung percaya dengan hoaks tersebut. Persepsi terhadap ancaman yang muncul karena hoaks juga mempengaruhi tingkat kepercayaan kita. Jika hoaks tersebut menimbulkan potensi masalah yang berdampak kepada kita, tidak jarang kita mudah mempercayainya. Repetisi kemunculan hoaks atau frekuensi kita berjumpa dengan hoaks serupa juga memicu tingkat kepercayaan.

Kelima, apa dampak hoaks? Beragam dampak hoaks dapat diidentifikasi dengan mudah. Segregasi atau polarisasi sosial adalah salah satunya. Tidak sulit mencari ilustrasi kasus ini di seputar musim pemilihan kepala daerah. Sialnya, polarisasi ini juga terbawa ke dunia nyata. Dampak buruk lain adalah terbentuknya masyakarat masokhis tuna empati yang cenderung sarkastik dan menikmati penderitaan orang lain. Ujungnya adalah tertutupnya manfaat media sosial.

Keenam, apa yang bisa kita lakukan untuk menghalau hoaks? Biasakan menjadi manusia yang berpikiran terbuka dan terlatih dalam diskusi yang dilandasi fakta. Pendekatan ilmiah berbasis data tanpa bias diperlukan. Selain itu, suarakan kebenaran dengan lebih lantang. Di sini, publik perlu diedukasi untuk membentuk ‘ketahanan informasi’, bersikap kritis terhadap setiap informasi yang diterima, tidak menelannya mentah-mentah, dan tidak asal menyebarkannya. Pemahaman dan keataan atas nilai-nilai kemanusiaan universal yang dibawa oleh norma agama juga menjadi sangat penting. Ini adalah rem paling pakem. Tidak ada satupun agama yang mengajarkan umatnya untuk menyebar kebencian dan berperilaku anti kedamaian dengan menyebar hoaks.

Mari, perlebar perspektif  dan perpanjang horison kemanusiaan kita. Bisa jadi saat ini, kita diam melihat hoaks mengoyak tenun kebangsaan kita. Atau, bahkan menjadi bagian gerombolan penyebar tanpa merasa bersalah. Tapi kita perlu ingat, bisa jadi, kita pun dapat menjadi korban dari hoaks.

Tentu, mengambil sikap hanya ketika menjadi korban adalah pilihan pengecut dan mementingkan diri sendiri. Sikap seharusnya, bukan karena kita dapat apa atau terkena dampak, tetapi didasarkan pada nilai-nilai kebajikan abadi yang anti penyebaran hasutan dana kebencian.

Jika kebencian itu masih ada, sebagian orang mengatakan itu sangat manusiawi. Tapi, mari upayakan tidak menujukan kebencian kepada pribadi tetapi kepada gagasan atau program. Kalau kata kebencian tetap dipertahakankan, mari berikan sifat untuknya manjadi “kebencian yang akademik”. Ada adu argumen di sana. Ada tukar gagasan cerdas di dalamnya. Jika sintesis masih belum terlaksana, atsar Sahabat Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah yang terekam dengan indah dalam Kitab Nahjul Balaghah dapat menjadi benteng terakhir:

“Cintailah kekasihmu itu sekedarnya saja, boleh jadi kamu akan membencinya suatu ketika. Dan bencilah orang yang kamu benci sekedarnya saja, boleh jadi kamu akan mencintainya suatu ketika”

 ——

Disarikan dari Pidato Kunci pada  Seminar Nasional “Kepemimpinan Profetik” yang diselenggarkan pada 13 September 2018

9 Oktober 2018
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2018/10/Hoax-2-600x400.jpg 400 600 Web Administrator https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Web Administrator2018-10-09 09:39:442018-10-12 09:12:36Hoaks dan Cinta ala Kadarnya!
humas
Berita Kegiatan

Dukung Sepak Bola Indonesia Lewat Riset

Ada berbagai macam cara mendukung kesuksesan sebuah tim kebanggaan bagi para penggemar. Kebanyakan masyarakat mengartikan mendukung sebuah tim dengan datang ke stadion saat tim kebanggaan bertanding. Namun saat ini melalui riset dan penelitian terutama di kalangan mahasiswa dapat menunjang kesuksesan bagi sebuah tim sepakbola itu sendiri.

Read more

8 Oktober 2018
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2018/10/DSCF5629.jpg 330 507 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2018-10-08 15:07:422018-10-08 15:07:42Dukung Sepak Bola Indonesia Lewat Riset
humas
Berita Kegiatan

Kenali Wawasan Berumah Tangga Lewat Kuliah Pra Nikah

Pernikahan adalah hal yang fitrah, yang didambakan oleh setiap insan, baik itu laki-laki maupun perempuan. Islam mensyariatkan nikah sebagai amalan sunnah bagi yang melaksanakannya. Akan tetapi, mayoritas pemuda atau mahasiswa belum memiliki pemahaman yang cukup untuk menikah atau ilmu berumah tangga. Pernikahan ialah pintu utama pembentukan keluarga, sehingga pernikahan harus dilandasi dengan ilmu. Harapannya agar dapat membentuk keluarga yang sakinah mawaddah warahmah dalam kehidupan rumah tangganya.

Read more

8 Oktober 2018
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2018/10/IMG_9367.jpg 330 514 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2018-10-08 14:45:432018-10-08 14:47:36Kenali Wawasan Berumah Tangga Lewat Kuliah Pra Nikah
humas
Berita Kegiatan

Pertandingan Amal di GOR UII Berlangsung Semarak

Gedung Olahraga (GOR) Ki Bagoes Hadikoesoemo UII tampak dipenuhi pecinta futsal tanah air khususnya Yogyakarta. Hal ini karena dilaksanakannya charity games (pertandingan amal) bertajuk SKN Bolalob Trofeo pada 5 hingga 7 Oktober 2018 lalu. Pertandingan amal ini diikuti oleh 4 kesebelasan, yakni SKN FC Kebumen, Vamos Mataram, Kancil BBK Pontianak, dan Tim Nasional Futsal Indonesia. Ajang ini sekaligus menjadi persiapan Timnas untuk menghadapi AFF Futsal Championship pada November mendatang.

Read more

8 Oktober 2018
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2017/12/Kampus-UII.jpg 275 433 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2018-10-08 14:09:542018-10-26 14:10:10Pertandingan Amal di GOR UII Berlangsung Semarak
humas
Berita Kegiatan, Pilihan

UII Kirimkan Bantuan Logistik untuk Korban Gempa Palu-Donggala

Universitas Islam Indonesia (UII) menyalurkan bantuan logistik untuk korban gempa di Palu-Donggala. Penyaluran bantuan tersebut bekerjasama dengan lembaga kemanusiaan ACT. Sejumlah 6 truk logistik diberangkatkan dari halaman Gedung Soekiman Wirjosandjojo, Kampus Terpadu UII, pada Jum’at siang (5/10). Bantuan kali ini meliputi kebutuhan makanan, minuman, selimut, terpal, alat tulis, alat ibadah, dan lain-lain.

Read more

6 Oktober 2018
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2018/10/IMG_9318.jpg 330 495 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2018-10-06 14:55:412018-10-08 14:56:50UII Kirimkan Bantuan Logistik untuk Korban Gempa Palu-Donggala
humas
Berita Kegiatan

20 Tahun Berdiri, Farmasi UII Makin Eksis dengan Nanoteknologi

Sejak berdiri tahun 1998, Prodi Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII) telah memiliki lebih dari 2.500 lulusan. Dalam rangka menyambut 20 Tahun lahirnya, Prodi Farmasi UII menyelenggarakan kegiatan International Conference on Pharmacy Research and Practice dengan Tema “Accelerating Pharmacy Education and Research, Responding Global Development on Pharmaceutical Regulation and Practice”.

Read more

5 Oktober 2018
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2018/10/IMG_9239.jpg 330 502 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2018-10-05 14:56:202018-10-05 14:57:4120 Tahun Berdiri, Farmasi UII Makin Eksis dengan Nanoteknologi
Page 11 of 68«‹910111213›»

Berita Terakhir

  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis
  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Scroll to top Scroll to top Scroll to top