• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • DAFTAR SEKARANG
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Innovation2 / 20263 / April
Humas
Berita Kegiatan, Kampus Berdampak, Milad83, Nilai Kebangsaan dan Kemanusiaan, Pilihan

Jejak Lestari 83 Tahun UII dalam Harmoni Akasia

Sebagai rangkaian kegiatan dalam memperingati Milad ke-83 dan Hari Bumi Sedunia, Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan kegiatan Aksi Tanam Pohon pada Selasa (21/04) di Embung Pelang Sisi Barat UII. Kegiatan ini ditandai dengan penanaman pohon akasia yang diwakili oleh Ketua Pengembangan Sistem Informasi dan Aset YBW UII, Rektor UII, dan Dekan Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII, serta jajaran dekan di lingkungan UII sebagai bentuk kesadaran kolektif sivitas akademika UII dalam membangun kesadaran kolektif untuk merawat dan melestarikan bumi.

Mengusung semangat “Harmoni untuk Jejak Lestari”, pohon akasia dipilih sebagai simbol utama. Pemilihan ini merepresentasikan perpaduan antara ketangguhan dan manfaat berkelanjutan, sebuah cerminan dari perjalanan panjang UII sebagai institusi pendidikan tertua di Indonesia.

Dekan FIAI UII menyatakan bahwa bahwa penanaman pohon akasia ini bukan sekadar aksi penghijauan seremonial, melainkan sebuah manifestasi dari nilai-nilai spiritual dan historis Islam yang melekat pada pohon ini sebagai material pembangun peradaban, mulai dari mimbar hingga arsitektur masjid klasik.

“Pemilihan akasia adalah simbol bahwa di usia ke-83, UII harus terus tumbuh menjadi institusi yang tangguh, kuat, dan mampu menaungi sesama dalam harmoni,” ungkapnya.

Senada, Rektor UII, Fathul Wahid mengatakan dalam sambutannya bahwa penanaman pohon memiliki landasan yang kuat, baik dari sisi teologis maupun institusional. Dalam ajaran Islam, menanam pohon merupakan bentuk amal jariyah yang manfaatnya terus mengalir bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.

“Menanam pohon bukan hanya kegiatan ekologis, tetapi juga memiliki nilai ibadah karena manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Selain itu, Ia menambahkan bahwa keberadaan ruang hijau juga memberikan dampak positif bagi kualitas lingkungan dan kesehatan mental. Interaksi dengan alam, menurut berbagai penelitian, dapat meningkatkan kenyamanan, kejernihan berpikir, serta produktivitas.

Sementara itu, Ketua Pengembangan Sistem Informasi dan Aset YBW UII, Dr. Raden Bagus Fajriya Hakim, S.Si., M.Si. menekankan bahwa ia menekankan bahwa kegiatan menanam pohon bukan sekadar simbolis, melainkan komitmen jangka panjang yang membutuhkan perawatan dan konsistensi bersama.

“Menanam itu mudah, tetapi merawatnya membutuhkan komitmen bersama agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa aset yang dimiliki, termasuk lingkungan hijau, harus dikelola dengan baik agar tidak menjadi beban di kemudian hari. Oleh karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat bersama-sama menjaga dan merawat tanaman yang telah ditanam.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa menjaga bumi bukan hanya tugas satu hari, melainkan komitmen berkelanjutan dari seluruh elemen masyarakat. Dengan aksi nyata seperti menanam pohon akasia, UII terus menanam harapan dan memperkuat akar kebaikan untuk masa depan bumi yang lebih lestari melalui Harmoni untuk Jejak Lestari. (MM/AHR/RS)

21 April 2026
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/04/Aksi-Tanam-Pohon-Milad-ke-83-UII-scaled.jpg 1707 2560 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2026-04-21 13:27:072026-07-08 11:23:12Jejak Lestari 83 Tahun UII dalam Harmoni Akasia
Humas
Berita Kegiatan, Kampus Berdampak, Pendidikan

Architectuniverse Talk Series #1 Bahas Ekosistem Pendidikan dan Lisensi Arsitek Indonesia

Jurusan Arsitektur Universitas Islam Indonesia (UII) selenggarakan Architect Universe Talk Series #1 pada Sabtu (18/4) di Auditorium Lantai 3 Gedung Mohammad Natsir Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) UII. Bertajuk “Diskusi Pendidikan Arsitektur, Profesi, dan Sertifikasi”, acara ini menjadi momen krusial yang mempertemukan para pemangku kebijakan tertinggi di dunia arsitektur nasional. Read more

20 April 2026
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/04/Architect-Universe-Talk-Series-1-scaled.jpg 1707 2560 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2026-04-20 09:07:582026-07-06 10:47:50Architectuniverse Talk Series #1 Bahas Ekosistem Pendidikan dan Lisensi Arsitek Indonesia
Humas
Berita Kegiatan, Kampus Berdampak, Riset dan Inovasi

Riset Dosen Magister Informatika UII Lolos Pendanaan BIMA 2026 dari Kemdiktisaintek

Yogyakarta — Program Studi Magister Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah riset nasional. Sebanyak 4 dosen Magister Informatika UII berhasil lolos seleksi pendanaan BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), dengan total tujuh judul riset yang mendapatkan pendanaan.

Capaian ini merupakan bukti nyata komitmen sivitas akademika Magister Informatika UII dalam menghadirkan riset yang tidak hanya bernilai akademis tinggi, namun juga berdampak langsung bagi masyarakat. Skema pendanaan BIMA sendiri merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk mendorong akselerasi penelitian terapan perguruan tinggi agar mampu menjawab tantangan nyata di berbagai sektor.

Dosen dan Riset yang Lolos Pendanaan

  1. Ir. Irving Vitra Paputungan, S.T., M.Sc., Ph.D.

Dosen senior Magister Informatika UII ini berhasil meloloskan tiga judul riset sekaligus dalam skema pendanaan BIMA 2026, yaitu:

  • PPS-PTM — Pengembangan Model Proses Bisnis dan Sistem Informasi Pariwisata Kesehatan Berbasis Kearifan Lokal di Yogyakarta Riset ini berfokus pada pengembangan sistem informasi yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam ekosistem pariwisata kesehatan di Yogyakarta, sebagai upaya mendorong digitalisasi sektor wisata yang berpijak pada budaya setempat.
  • PPS-PTM — Deteksi Dini Risiko Performa Akademik Mahasiswa Berbasis AI melalui Data Akademik, Perilaku Akademik, dan Profil Kepribadian Penelitian ini mengembangkan model kecerdasan buatan untuk mendeteksi secara dini potensi penurunan performa akademik mahasiswa, dengan memanfaatkan kombinasi data akademik, pola perilaku, dan profil kepribadian sebagai variabel prediktif.
  • PFR — Pengembangan Model Fundamental AI Multimodal untuk Deteksi Dini Kesehatan dan Produktivitas Ternak Tropis Riset lintas sektor ini mengembangkan model AI multimodal yang mampu mendeteksi kondisi kesehatan dan produktivitas ternak tropis secara dini, membuka peluang besar bagi transformasi digital di sektor peternakan Indonesia.
  1. Ir. Firdaus, S.T., M.T., Ph.D., IPM.

Dosen Magister Informatika UII ini berhasil lolos dengan dua judul riset dalam skema BIMA 2026:

  • PPS-PTM — Deteksi Penyakit Sleep Apnea Menggunakan Radar FMCW Berbasis Pengukuran Laju Pernafasan Dengan Algoritma Transformer Penelitian inovatif ini mengembangkan sistem deteksi penyakit sleep apnea secara non-invasif menggunakan teknologi radar FMCW (Frequency-Modulated Continuous Wave) yang dikombinasikan dengan algoritma Transformer untuk menganalisis pola laju pernapasan secara akurat.
  • PT-LP — Sistem Manajemen Aset, Dokumen, dan Personalia Berbasis Indoor Positioning System (IPS) di Perusahaan dan Rumah Sakit Riset ini merancang sistem manajemen terintegrasi berbasis teknologi Indoor Positioning System untuk memudahkan pelacakan dan pengelolaan aset, dokumen, serta personalia secara real-time di lingkungan perusahaan dan fasilitas kesehatan.
  1. Prof. Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T.

Dosen Magister Informatika UII ini berhasil meloloskan judul riset dalam skema BIMA 2026:

  • PT-LM — Model e-Health Kampus Sehat untuk Mendukung Transformasi Kesehatan Digital Indonesia
  1. Mukhammad Andri Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D.

Dosen Magister Informatika UII ini meloloskan judul riset dalam skema BIMA 2026:

  • PPS-PTM — AcademicNLQ Framework: Domain Adaptation Model dan Query Dataset untuk Natural LanguagePenelitian ini mengembangkan kerangka kerja AcademicNLQ yang berfokus pada adaptasi model pemrosesan bahasa alami (Natural Language Processing/NLP) untuk domain akademik, sekaligus membangun dataset query yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan sistem tanya-jawab berbasis bahasa natural di lingkungan perguruan tinggi.

Keberhasilan 4 dosen dengan total 7 judul riset ini mencerminkan semangat inovasi yang terus tumbuh di lingkungan Magister Informatika UII. Riset-riset yang lolos mencakup spektrum yang sangat luas mulai dari kecerdasan buatan, kesehatan, pariwisata, peternakan, hingga pemrosesan bahasa natural, ini menunjukkan bahwa Magister Informatika UII hadir sebagai aktor aktif dalam menjawab berbagai persoalan nyata di masyarakat.

Dengan dukungan pendanaan dari Kemdiktisaintek melalui skema BIMA 2026, para peneliti diharapkan dapat mengakselerasi pengembangan riset mereka dan memperluas dampaknya ke tingkat nasional maupun internasional.

Program Studi Magister Informatika UII terus mendorong seluruh civitas akademika untuk aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sejalan dengan visi institusi sebagai pusat keunggulan akademik dan riset di Indonesia.

Sumber: Website Jurusan Informatika Universitas Islam Indonesia

19 April 2026
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2024/02/Universitas-Islam-Indonesia-Pernyataan-Sikap-scaled.jpg 1918 2560 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2026-04-19 16:30:542026-07-08 11:35:48Riset Dosen Magister Informatika UII Lolos Pendanaan BIMA 2026 dari Kemdiktisaintek
Humas
Berita Kegiatan

UII Sambut Mahasiswa SEA-Teacher Batch 11 dari Panpacific University Filipina

Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menerima mahasiswa inbound dalam program SEA-Teacher Program Batch 11 Gelombang Kedua, bekerja sama dengan Panpacific University di Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII pada Jumat (17/04). Program ini diselenggarakan secara kolaboratif oleh Direktorat Kemitraan/Kantor Urusan Internasional (DK/KUI) dan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UII.

Sebanyak tiga mahasiswa dari Panpacific University, yaitu Dana Vinuya Caronongan, Janelle Magpali Fabros, dan Ashley Nicole Cabornay, akan mengikuti program praktik mengajar di Afkaaruna Islamic School selama kurang lebih satu bulan.

Kegiatan penyambutan (welcoming program) dilaksanakan pada hari ini dengan dihadiri oleh Direktur DK/KUI, Dian Sari Utami, Kepala Divisi Mobilitas Internasional, Nihlah Ilhami, beserta tim. Dari Prodi PBI UII turut hadir Ketua Prodi, Puji Rahayu, serta dosen pembimbing yang akan mendampingi mahasiswa selama program berlangsung yaitu Ista Maharsi dan Adam Anshori.

Rangkaian kegiatan penyambutan meliputi sesi pengenalan lingkungan UII dan kehidupan di Yogyakarta, komunikasi lintas budaya dan konteks budaya Jawa, pembelajaran dasar Bahasa Indonesia untuk kebutuhan sehari-hari dan pengajaran, sesi informasi settlement, serta tur kampus.

Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kompetensi pedagogik, memperkuat kemampuan komunikasi lintas budaya, serta memperoleh pengalaman internasional dalam dunia pendidikan. Bagi UII, program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat jejaring global dan mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi. (NI/DS/AHR/RS)

18 April 2026
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/04/SEA-Teacher-Panpacific-University.jpg 660 938 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2026-04-18 12:20:382026-04-18 12:20:38UII Sambut Mahasiswa SEA-Teacher Batch 11 dari Panpacific University Filipina
Humas
Berita Kegiatan, Kampus Berdampak, Kewirausahaan dan Hilirisasi

Dari Ide ke Publikasi: Strategi Riset Sistematis ala Prof. Nurhaya Muchtar

Riset dimulai dari ide sederhana, namun tak semua ide berhasil dan layak untuk dipublikasikan. Prof. Nurhaya Muchtar, akademisi dari Department of Communications Media, Indiana University of Pennsylvania, USA, menyebut bahwa banyak peneliti terjebak pada topik yang luas. Read more

18 April 2026
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/04/Strategi-Riset-Sistematis-ala-Prof.-Nurhaya-Muchtar.jpg 450 750 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2026-04-18 10:17:362026-07-08 10:41:14Dari Ide ke Publikasi: Strategi Riset Sistematis ala Prof. Nurhaya Muchtar
985230102
Pojok Rektor

Kebebasan dan Empati Arsitek

Kita sering membayangkan arsitek sebagai sosok kreatif yang bebas. Imajinatif. Visioner. Bebas mengekspresikan gagasan. Dan memang, dunia arsitektur membutuhkan kebebasan. Tanpa kebebasan, tidak akan lahir bangunan yang melampaui zamannya. Tidak akan hadir ruang yang menginspirasi kehidupan.

 

Kebebasan tidak pernah sendirian

Tetapi, dalam praktiknya, kebebasan arsitek tidak pernah hidup sendirian.

Arsitek selalu hadir di tengah ekosistem yang ramai. Ada insinyur sipil yang memikirkan kekuatan struktur. Ada insinyur kelistrikan yang memastikan energi mengalir aman. Ada ahli proteksi kebakaran yang memikirkan keselamatan ketika bencana datang. Ada kontraktor yang harus menerjemahkan gambar menjadi kenyataan di lapangan. Ada pekerja konstruksi yang berdiri di bawah panas matahari untuk merealisasikan gagasan yang lahir di meja desain.

Karena itu, kebebasan dalam arsitektur sesungguhnya bukan monolog. Ia adalah dialog dan bahkan polilog, karena melibatkan banyak pihak. Di titik itulah empati menjadi sangat penting.

Empati dalam arsitektur sering dipahami hanya sebagai kemampuan memahami pengguna akhir: penghuni rumah, pengguna gedung, atau masyarakat kota. Padahal empati jauh lebih luas dari itu. Empati juga berarti memahami aktor lain dalam rantai panjang proses konstruksi. Memahami kesulitan kontraktor ketika detail terlalu rumit dibangun. Memahami risiko keselamatan ketika keputusan desain mengabaikan realitas lapangan. Memahami beban biaya, waktu, energi, dan bahkan tekanan psikologis yang mungkin muncul akibat keputusan yang dibuat dari balik meja komputer yang nyaman.

Empati mengubah desain dari sekadar ekspresi menjadi tanggung jawab.

 

BIM dan infrastruktur empati

Saudara mungkin menyadari, dalam beberapa dekade terakhir, dunia arsitektur juga berubah karena teknologi. Salah satu yang paling penting adalah Building Information Modeling atau BIM. Banyak orang melihat BIM hanya sebagai perangkat lunak atau model tiga dimensi yang lebih canggih. Tetapi sesungguhnya BIM membawa perubahan budaya kerja yang jauh lebih mendalam.

BIM membuat gagasan menjadi transparan. Semua disiplin dapat melihat implikasi keputusan desain sejak awal. Ketika satu elemen diubah, dampaknya terhadap struktur, biaya, energi, keselamatan, dan jadwal dapat langsung terlihat. Deteksi tumbukan (clash detection) dan simulasi kinerja, misalnya, bukan sekadar fitur teknis. Ia adalah mekanisme untuk memaksa kita lebih sadar bahwa keputusan kita memengaruhi orang lain.

Dalam bahasa yang lebih sederhana: BIM sedang mengajarkan empati secara operasional.

BIM mengurangi jarak antara desain dan konstruksi. Mengurangi kejutan di lapangan. Mengurangi konflik yang sebenarnya lahir bukan karena niat buruk, tetapi karena masing-masing disiplin bekerja dalam dunianya sendiri-sendiri.

Karena itu, saya melihat BIM bukan hanya infrastruktur digital, tetapi juga infrastruktur empati.

BIM membantu kolaborasi terjadi, tetapi tidak kehilangan kreativitas. Dalam BIM, kebebasan tidak dihilangkan. Justru diperkaya oleh masukan lintas disiplin. Seorang arsitek tetap bebas bermimpi, tetapi mimpinya diuji oleh realitas bersama. Di sini kedewasaan profesi diuji.

 

Merancang ruang, memuliakan manusia

Sebab kebebasan tanpa empati sering melahirkan karya yang elitis dan rapuh. Indah di gambar, tetapi menyulitkan di lapangan. Sebaliknya, empati tanpa kebebasan bisa membuat profesi kehilangan daya cipta dan keberanian.

Saudara harus menjaga keduanya sekaligus: kebebasan untuk membayangkan masa depan, dan empati untuk memastikan masa depan itu tetap manusiawi.

Di zaman hari ini, tantangan arsitek tidak semakin sederhana. Saudara akan hidup di tengah krisis lingkungan, kepadatan kota, ketimpangan sosial, perubahan iklim, dan percepatan teknologi. Dunia membutuhkan arsitek yang bukan hanya pandai mendesain bangunan, tetapi juga mampu membangun percakapan antardisiplin, menjaga sensitivitas sosial, dan merawat kemanusiaan di tengah dominasi teknologi.

Karena itu, jangan hanya menjadi arsitek yang piawai membuat bentuk. Jadilah arsitek yang juga mampu memahami akibat.

Jangan hanya membangun ruang yang mengagumkan mata. Bangun juga ruang yang memuliakan manusia.

 

Sambutan pada acara Sumpah Arsitek pada 18 April 2026.

Fathul Wahid

Rektor Universitas Islam Indonesia 2022-2026

18 April 2026
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/05/arsitek-scaled.jpg 1707 2560 985230102 https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png 9852301022026-04-18 09:47:162026-05-06 09:48:29Kebebasan dan Empati Arsitek
Humas
Berita Kegiatan, Kampus Berdampak, Pilihan, Riset dan Inovasi

UII Lantik 30 Arsitek Baru dalam Wisuda Profesi Arsitek Angkatan ke-17

Program Studi Profesi Arsitek (PPAr) Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menyelenggarakan  Wisuda Pendidikan Profesi Arsitek Angkatan ke-17. Sebanyak 30 arsitek baru berhasil menuntaskan proses pembelajaran selama 1 tahun dengan 21 arsitek berpredikat Cumlaude dan 9 arsitek berpredikat sangat memuaskan secara resmi diambil sumpah pada Sabtu (18/04) di Auditorium Gedung KH. Mohammad Natsir FTSP UII. Read more

18 April 2026
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/04/Wisuda-PPAr-UII-ke-17-scaled.jpg 1707 2560 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2026-04-18 08:56:302026-07-06 14:18:18UII Lantik 30 Arsitek Baru dalam Wisuda Profesi Arsitek Angkatan ke-17
Humas
Berita Kegiatan, Kampus Berdampak, Kolaborasi Global, Pilihan

UII dan Universitas Darunnajah Jajaki Kerja Sama Penguatan Pendidikan Tinggi

Universitas Islam Indonesia (UII) terus berkomitmen dalam menguatkan jejaring kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Pada kesempatan kali ini, UII menerima kunjungan kerja sama dari Universitas Darunnajah pada Jumat (17/04) di Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII.

Lawatan kerja sama ini menjadi bagian dari upaya kedua universitas dalam mengoptimalkan pengelolaan perguruan tinggi yang mencakup bidang tpenelitian, pengajaran, dan pengabdian masyarakat khususnya dalam penguatan manajemen pondok pesantren.

Rektor UII, Fathul Wahid, dalam sambutannya menyambut baik lawatan kerja sama ini sebagai upaya memperkuat silaturahmi antar lembaga pendidikan Islam.

“Kami meyakini bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren adalah kunci dalam menjawab tantangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi utama,” jelas Rektor UII.

Lebih lanjut, Fathul Wahid menegaskan bahwa UII selalu mendorong pendidikan yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi pembentukan karakter dan kepedulian sosial menjadi hal yang sangat penting, terlebih mahasiswa adalah bagian dari masyarakat.

“Mahasiswa tidak cukup hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga harus memiliki kepekaan sosial dan kemampuan berkontribusi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Senada, Presiden Universitas Darunnajah, K.H. Hadiyanto Arief, S.H., M.Bs menyatakan bahwa kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka mengadopsi praktik baik yang diterapkan oleh UII dalam pengelolaan pendidikan tinggi. Hadiyanto menambahkan bahwa Universitas Darunnajah yang baru berdiri tahun 2022 masih perlu banyak belajar serta menggali pengetahuan dari UII sebagai institusi yang telah lebih dahulu berkembang pesat.

“Kunjungan ini merupakan bagian dari ikhtiar kami untuk mencari pola pendidikan terbaik, khususnya dalam mengintegrasikan sistem pesantren dengan pendidikan tinggi,” kata Hariyanto.

Hadiyanto juga menilai bahwa UII menjadi salah satu contoh penting dalam pengembangan pendidikan Islam yang adaptif.“Tidak banyak institusi yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai pesantren dengan sistem perguruan tinggi secara optimal, dan UII menjadi salah satu rujukan bagi kami,” ungkapnya.

Selain itu, aspek pengelolaan pendidikan dan pengembangan berbasis nilai keislaman serta wakaf menjadi perhatian khusus dalam kunjungan ini. “Kami berharap silaturahmi ini dapat berlanjut menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi kedua institusi,” harapnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kerja sama antara kedua universitas yang membahas peluang kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.. Lawatan ini diharapkan menjadi langkah strategis bagi UII dan Universitas Darunnajah untuk terus memperkuat kolaborasi dan meningkatkan semangat kerja sama akademik. (AHR/RS)

17 April 2026
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/04/MoU-UII-dan-Univ.-Darunnajah-scaled.jpg 1496 2560 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2026-04-17 16:14:452026-07-06 16:48:04UII dan Universitas Darunnajah Jajaki Kerja Sama Penguatan Pendidikan Tinggi
Humas
Berita Kegiatan, Kampus Berdampak, Kolaborasi Global

Prodi Hukum Keluarga FIAI UII Gelar FGD Evaluasi Kerjasama Antara Badilag MA RI dengan UII

Program Studi Hukum Keluarga Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) tentang evaluasi kerjasama antara Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia (Badilag MA RI) dengan UII pada Jumat (10/4) di Ruang Rapat Hukum Islam Program Doktor FIAI. FGD ini digelar atas inisiasi oleh tiga program studi yaitu Program Studi Hukum Keluarga Program Sarjana, Program Studi Hukum Keluarga Islam Program Magister dan Program Studi Hukum Islam Program Doktor Fakultas Ilmu Agama Islam UII yang diwakili oleh masing-masing Ketua Prodi. Turut hadir pada acara FGD antara lain Dekan FIAI UII, Dr. Drs. Asmuni, MA, Sekretaris Direktorat Jendral Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI, Drs. Arif Hidayat, SH,MM, Hakim Pratama Madya PA Soreang Kelas 1B, Samsul Zakaria, S.Sy., M.H, Ketua Prodi Hukum Islam Program Doktor, Dr. Anisah Budiwati, S.H.I., M.S.I, Ketua Prodi Program Studi Hukum Keluarga Islam Program Magister, Prof. Dr. Drs. Yusdani, M.Ag., Ketua Prodi Hukum Keluarga Program Sarjana, Muhammad Najib Asyrof, S.Pd.I., L.c., M.Ag., Sekretaris Prodi Hukum Keluarga Program Sarjana, Fuat Hasanudin, L.c., M.A. dan dosen Program Studi Hukum Keluarga Islam Program Magister, Dr. Maulidia Mulyani, S.H., M.H. Read more

16 April 2026
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Prodi-Hukum-Keluarga-FIAI-UII-Gelar-FGD-Evaluasi-Kerjasama-Antara-Badilag-MA-RI-dengan-UII.jpg 450 750 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2026-04-16 12:23:532026-07-08 12:30:17Prodi Hukum Keluarga FIAI UII Gelar FGD Evaluasi Kerjasama Antara Badilag MA RI dengan UII
Humas
Berita Kegiatan

Media Partisan dan Echo Chamber: UII Bahas Polarisasi Informasi di Amerika Serikat

Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar seminar publik bertajuk “Media dan Polarisasi: Dinamika Informasi di Amerika Serikat” pada Rabu (15/4) di Auditorium Dr. Soekiman Wirjosandjojo, Gedung Fakultas Psikologi dan Fakultas Ilmu Sosial Budaya UII. Seminar ini menghadirkan Prof. Nurhaya Muchtar, profesor dari Department of Communications Media Indiana University of Pennsylvania, Amerika Serikat, sebagai pembicara utama.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian sambutan. Kepala Jurusan Ilmu Komunikasi UII, Iwan Awaluddin Yusuf, S.IP., Ph.D., dalam sambutannya menyoroti kompleksitas ekosistem informasi di era digital saat ini. Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi telah membawa tantangan baru dalam memverifikasi kebenaran informasi.

“Di era sekarang, di tengah kita membicarakan informasi, itu akan sangat rentan dengan berbagai macam penyimpangan, sekarang melihat informasi perang saja harus mempertanyakan ini AI atau bukan,” ujarnya.

Iwan juga memperkenalkan Program Studi Magister Ilmu Komunikasi UII sebagai ruang akademik yang berupaya merespons dinamika komunikasi kontemporer, termasuk fenomena disinformasi dan polarisasi media.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Fakultas Ilmu Sosial Budaya UII, Irawan Jati, S.IP., M.Hum., M.SS., Ph.D. Ia menyoroti bagaimana media di Amerika Serikat tidak dapat dilepaskan dari kepentingan ideologis dan politik. Menurutnya, kondisi tersebut turut memperparah polarisasi di masyarakat.

“Kalau saya lihat secara sepintas misalnya, di Amerika itu kan media juga sangat partisan, bahkan sangat dipengaruhi oleh ideologi politik. Jadi ada media yang mainstream-nya itu ke demokrat, ada yang ke republik,” jelasnya.

Memasuki sesi utama, Prof. Nurhaya Muchtar memaparkan secara komprehensif sejarah dan perkembangan media di Amerika Serikat, serta kaitannya dengan fenomena polarisasi politik yang semakin tajam. Ia menjelaskan bahwa sejak awal, sistem media di Amerika didominasi oleh sektor swasta, berbeda dengan Indonesia yang memiliki media publik sebagai pelopor.

“Sejarah media Amerika itu identik dengan swasta, bukan negeri, jadi kalau misal kita ngomong ada TVRI dulu baru ada RCTI, kalau di Amerika enggak,” paparnya.

Lebih lanjut, Prof. Nurhaya menekankan bahwa perubahan lanskap media digital telah menggeser cara masyarakat mengonsumsi informasi. Jika sebelumnya media memiliki tanggung jawab untuk menyajikan dua sisi secara berimbang (cover both sides), kini beban tersebut berpindah ke audiens.

“Kalau dulu media yang memberikan cover both-side, sekarang kita yang harus nyari, masa sih begini, dicari, karena masalah echo chamber dan algoritma,” ungkapnya.

Fenomena echo chamber dan algoritma media sosial dinilai menjadi salah satu faktor utama yang memperkuat polarisasi. Pengguna cenderung hanya terpapar pada informasi yang sejalan dengan pandangan mereka, sehingga mempersempit ruang dialog dan memperkuat bias.

Dalam paparannya, Prof. Nurhaya juga membandingkan kondisi media pada masa pemilihan presiden Donald Trump, khususnya antara periode pertama dan kedua pencalonannya. Ia menilai terjadi pergeseran signifikan dalam pola konsumsi informasi, terutama di kalangan generasi muda.

“Saya melihat, terutama Gen Z di Amerika banyak yang nggak tahu yang mana benar yang mana enggak,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan kekhawatiran akan rendahnya literasi media di tengah arus informasi yang semakin masif dan kompleks. Generasi muda, yang seharusnya menjadi agen perubahan, justru menghadapi tantangan besar dalam memilah informasi yang kredibel.

Seminar ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta, yang terdiri dari mahasiswa dan akademisi, antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait polarisasi media, peran algoritma, hingga relevansi fenomena tersebut dengan konteks Indonesia.

Melalui kegiatan ini, Prodi Magister Ilmu Komunikasi UII berharap dapat membuka ruang diskusi kritis sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi media di era digital. Polarisasi informasi, sebagaimana yang terjadi di Amerika Serikat, menjadi refleksi penting bagi masyarakat global, termasuk Indonesia, untuk lebih bijak dalam mengonsumsi dan memproduksi informasi.

Seminar ini tidak hanya menjadi ajang transfer pengetahuan, tetapi juga momentum refleksi bagi peserta untuk memahami bahwa di tengah derasnya arus informasi, kemampuan berpikir kritis menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas demokrasi. (MFPS/AHR/RS)

 

16 April 2026
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/04/Seminar-Publik-MIKOM-UII.jpeg 853 1280 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2026-04-16 10:27:392026-04-24 10:34:57Media Partisan dan Echo Chamber: UII Bahas Polarisasi Informasi di Amerika Serikat
Page 2 of 41234

Berita Terakhir

  • UII Gelar Pelatihan Pengelolaan Konten Berbasis SEO dan AI
  • UII, MUTU International, dan CSU Taiwan Resmi Perluas Kolaborasi Jagad Lestari Center
  • UII Resmi Buka PMB Tahun Ajaran 2027/2028, Gandeng MGBK DIY dan Jawa Tengah
  • UII Sambut Mahasiswa Internasional melalui Program Orientasi Kampus Tahun Akademik 2026/2027
  • Mahasiswa Temasek Polytechnic Ikuti Program Cultural Immersion di UII

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Scroll to top Scroll to top Scroll to top