Belajar diplomasi dapat dilakukan dengan berkunjung secara langsung ke kedutaan negara asing di Indonesia. Seperti ditunjukkan mahasiswa Hubungan Internasional (HI) Universitas Islam Indonesia (UII) yang melakukan kunjungan ke Universitas Indonesia (UI) dan Kedutaan Uni Eropa di Jakarta pada Senin (9/7). Mahasiswa yang mengambil mata kuliah politik pemerintahan Eropa itu melakukan kunjungan guna memperdalam ilmu serta wawasan yang telah diterima selama proses perkuliahan di kelas. Sebanyak 32 mahasiswa mengikuti agenda yang dibimbing Ketua Program Studi HI UII, Irawan Jati, S.IP., M.Hum., MSS.

Kunjungan ke program magister studi kajian wilayah Eropa UI mendapat sambutan ketua program studi Kajian Wilayah Eropa, Henny Saptatia Drajati Nugraheni, S.S., M.A., Ph.D. Ia menyampaikan secara singkat mengenai program studi kajian wilayah Eropa, mulai dari mata kuliah, konsentrasi, sistem sks serta pilihan metode pembelejaran yang ditawarkan.

“Program magister kajian eropa di UI merupakan satu-satunya program magister kajian Eropa di Indonesia. Mahasiswa di program studi ini didorong untuk mengembangkan pembahasan terkait isu tentang benua Eropa, serta analisis seluruh aspek yang menyertai perkembangannya”, Tuturnya.

Program studi ini juga tidak membatasi jurusan para pendaftarnya saat S1, sehingga terbuka luas bagi seluruh latar belakang keilmuan. “Kami mencari sumber daya manusia yang memiliki keinginan untuk terus mengeksplor pengetahuannya sehingga akan muncul gagasan baru, sehingga ke depan lulusan UII juga bisa bergabung bersama kami karena di Indonesia sendiri ahli Eropa masih sangat jarang,” tutupnya.

Kunjungan dilanjutkan ke kantor kedutaan Uni Eropa di Indonesia dan disambut oleh Mr. Florian Witt sebagai salah satu delegasi Uni Eropa di Indonesia. Mr. Florian mempresentasikan secara singkat mengenai sejarah terbentuknya Uni Eropa, struktur organisasi, kebijakan dan kerjasama serta isu yang sedang dibahas didalamnya.

Pemaparan tersebut mendapat antusiasme yang tinggi dari para mahasiswa, diskusi berjalan dengan menyenangkan karena muncul banyak pertanyaan dari para mahasiswa terkait Uni Eropa dan isu yang kerap di bahas para mahasiswa selama proses belajar mengajar di kelas politik dan pemerintahan Eropa.
Kunjungan ini ditutup dengan kuis di mana Mr. Floarian memberikan pertanyaan dan memberikan souvenir bagi peserta yang dapat menjawabnya.

“Saya merasa senang karena para mahasiswa sangat aktif dan antusias untuk mengetahui lebih dalam tentang Uni Eropa. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan juga menunjukan tingginya minat teman-teman mahasiswa untuk terus belajar. Semoga kita dapat bertemu kembali di lain kesempatan,” pungkas Mr. Floarian yang mahir berbahasa Indonesia. (RR/ESP).