Kuliah Umum Kepemimpinan Bersama Kapolda DIY

Kebhinekaan merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa, agama, bahasa, adat istiadat dan sebagainya. Kebhinekaan yang terjadi di Indonesia boleh dikatakan sebuah potensi sekaligus juga tantangan. Dikatakan sebagai potensi karena dengan kebhinekaan tersebut membuat bangsa kita menjadi bangsa yang besar, memiliki kekayaan alam dan budaya yang melimpah. Sebagai tantangan bahkan ancaman karena bisa membuat kita mudah berbeda pendapat dan lepas kendali, tumbuhnya perasaan kedaerahan yang sempit dan lain sebagainya yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

Kemudian saat ini juga sedang marak isu kebhinekaan di berbagai media massa dan sosial
Dari latar belakang tersebut, Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Kuliah Umum Kepemimpinan dengan tema “Merajut Kebhinekaan di Era Kompetisi dan Tantangan Global”.  Acara yang berlangsung di Gedung Auditorium Kahar Mudzakkir UII, pada Selasa (16/5) tersebut mendatangkan narasumber Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Brigadir Jenderal Polisi Drs. Ahmad Dofiri, M.Si. Hadir membuka acara Rektor Universitas Islam Indonesia Nandang Sutrisno, SH., LLM., M.Hum., Ph.D, kemudian acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Rektor III dan civitas akademika UII lainnya.

Dalam sambutannya Nandang Sutrisno, SH., LLM., M.Hum., Ph.D menyampaikan bahwa topik yang diangkat pada kuliah umum kepemimpinan ini sangat tepat, karena saat ini masalah kebhinekaan sedang menjadi problem di tanah air.  “Universitas Islam Indonesia didirikan oleh para founding fathers dari bangsa ini juga, yang dari sejak awal mereka itu sudah plural, sudah berasal dari berbagai kelompok, berbagai etnis. Selain itu juga para pendiri UII pun juga sejak dari awal berdirinya negara ini tahu bahwa negara kita ini tidak dibangun oleh satu kelompok, satu etnis, maupun satu golongan saja, tetapi dibangun oleh berbagai kalangan.

Lebih lanjut Nandang Sutrisno mengatakan, sebagaimana juga yang telah di jelaskan dalam surat al-Hujurat ayat 13 bahwa disitu dijelaskan bagi kita sudah jelas bahwa Allah Swt menciptakan manusisa itu bergolongan – golongan, bersuku – suku, dengan beraneka ragam, baik warna kulit, rambut, untuk supaya mereka saling ta’aruf, kalau sudah saling kenal mengenal lanjut tafahum, saling paham baru kemudian saling mencintai sesama. “Oleh karena itu marilah kita jaga pluralisme ini yang sekarang sudah kita bingkai dalam apa yang disebut bhineka tunggal ika atau unity in diversity,” ujarnya.

Brigadir Jenderal Polisi Drs. Ahmad Dofiri, M.Si, terlihat sangat antusias mengisi kuliah umum kepemipinan tersebut. Ia sangat terenyuh dan terpukau tadi, lengkap banget, pembawa acara membuka acara dengan mengucapkan basmallah, luar biasa rasanya itu, diniati dengan hati yang tulus, yang kedua pembacaan kalam illahi. Tempat – tempat yang lain sudah jarang bahkan hampir tidak ada. “Universitas Islam Indonesisa, terima kasih mengingatkan kembali tadi ada pembacaan kalam illahi plus juga tadi menyanyikan lagu kebangsaan indonesia raya yang langsung diiringi oleh marching band UII, ini sambutannya luar biasa,” ungkapnya.

Ahmad Dofiri mengatakan, merajut kebhinekaan ini perlu dilakukan dengan keuletan, ketekunan dan ketelitian kalau tidak merajut itu tidak akan bisa. Inilah merajut kebhinekaan kita, sesuatu yang gampang – gampang susah, kalau kita tidak sabar, tidak telaten dan kita tidak paham apa itu subtansi dari kebhinekaan Indonesia, yang tejadi adalah gontok – gontokan antar sesama. “Permasalahan mendasar terkait bagaimana keberagaman di Indonesia kalau tidak benar – benar direkat erat malah justru akan menimbulkan gejolak dari dalam sendiri,” paparnya. (MDP/RS)