Muhammad Afifudin, mahasisawa FK UII meraih prestasi dalam ajang Nasional Winslow Scientific Paper Competition 2019 dengan meraih juara I. Kompetisi yang diadakan pada 4-7 April 2019 di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin ini diikuti oleh berbagai universitas di Indonesia. Ia bersama mahasiswa prodi Kimia UII, Rifqi Novalino Riksawan terjun mewakili UII dalam kompetisi tersebut. Para peserta diajak menjawab tantangan polemik kesehatan di era revolusi industry 4.0.

Muhammad Afifudin menjelaskan kompetisi ini memiliki beberapa babak seleksi, yakni tahap seleksi paper, kemudian diambil 10 terbaik untuk melakukan oral presentation di depan dewan juri. Adapun 10 tim finalis tersebut akan dipilih 3 juara dengan poin tertinggi hasil akumulasi babak preliminary dan nilai oral presentation.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menggali inovasi-inovasi mahasiswa di seluruh Indonesia untuk menangani berbagai polemik kesehatan dalam ruang lingkup triple burden disease melalui inovasi berbasis teknologi terapan”, imbuhnya.

Triple burden disease merupakan istilah berbagai penyakit yang mengalami peningkatan tingkat insidensinya di Indonesia, dimana triple burden disease terdiri dari non communicable disease, communicable disease, dan re-emerging disease. Non communicable disease merupakan pennyakit-penyakit yang tidak menular seperti penyakit kardiovaskular, kanker, maupun sindrom metabolik. Communicable disease merupakan penyakit menular seperti tuberculosis dan campak. Sementara re-emerging disease merupakan penyakit yang pernah menghilang namun kemudian muncul kembali seperti difteri.

Afifudin juga menjelaskan penelitiannya berjudul “Inovasi Minuman Sinbiotik dari Buah Naga dengan Isolat Bakteri Lactobacillus fermentum 1 BK 2-5 dari Tape Ketan dan Lactobacillus casei subs rhamnosus TGR2 dari Growol Sebagai Modalitas Preventif Penyakit Kardiovaskular”.

Menurutnya, penyakit kardiovaskular yang menyerang jantung dan pembuluh darah seperti infark miokard akut, stroke, hingga angina pectoris menjadi penyebab 31% kematian di dunia atau setara dengan 17,7 juta jiwa.

Mereka menggunakan isolasi bakteri asam laktat baik dari tape ketan maupun growol, Lactobacillus casei dan Lactobacillus fermentum. Saat ini, banyak bermunculan minuman probiotik yang mengandalkan bakteri impor. Untuk meningkatkan kualitas gut microbiota dalam saluran pencernaan, diinovasikan juga buah naga yang kaya akan oligosakarida sehingga dapat meningkatkan populasi bakteri komensal dalam tubuh, sehingga buah naga memiliki peran sebagai prebiotik.

“Kombinasi antara prebiotik dan probiotik disebut sebagai sinbiotik yang dapat memiliki dampak positif terhadap kondisi metabolik tubuh. Minuman sinbiotik ini terbukti mampu menurunkan profil lipid darah, kadar glukosa, serta tekanan darah yang masing-masing menjadi 3 faktor risiko tertinggi penyakit kardiovaskular”, pungkasnya. (GT/ESP)