Rachmat Aulia dan Ahmad Hanif Faiz yang merupakan mahasiswa Teknik Industri UII angkatan 2016, berkesempatan memaparkan karya inovasi pada Konferensi Asia Young Scholar Summit 2019, di Tianjin Nankai University, Tianjin, China pada 17 hingga 19 Mei 2019.

Konferensi yang digagas oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok (PPI Tiongkok) tersebut mengusung tema “Leveraging Region with Economy, Social, and Technology Collaboration Scopes/Subtheme/Panel: Business Management, Science and Technology, Social Science, Medical and Medicine.

Topik penelitian dua mahasiswa UII ini bermula pada pengamatannya bahwa mendaki gunung menjadi salah satu aktivitas yang digemari oleh anak muda. Namun menurutnya, sering kali para pendaki membawa barang bawaan yang begitu berat dan dapat menimbulkan cidera pada tubuhnya.

Rachmat Aulia menjelaskan tentang inovasi yang diberi judul EMIRATES atau Ergonomic Floating Bag Using Suspended Load System. Secara garis besar inovasi ini merupakan inovasi mengenai tas pendaki gunung untuk mengurangi gaya dan beban pada punggung para pendaki. EMIRATES merupakan inovasi tas pendaki gunung berbasis sistem suspensi untuk mengurangi gaya beban pada punggung.

Secara teknis, lanjut Rachmat Aulia, sistem suspensi akan bergerak secara vertikal ketika pendaki gunung berjalan maupun berlari. “Gerakan secara vertikal dapat menghasilkan induksi elektromagnetik yang juga dapat di gunakan untuk menghasilkan aliran listrik guna mengaktifkan penghangat pada punggung pendaki, sehingga menjadi pencegahan dini pada Hypothermia,” paparnya.

Rachmat Aulia menambahkan, mengenai latar belakang mengapa dirinya dan Ahmad Hanif Faiz memilih untuk mengembangkan inovasi mengenai EMIRATES karena permasalahan utama dalam mendaki gunung adalah membawa beban berat dan risiko terkena Hypotermia. “Membawa beban berat ini dapat menyebabkan cedera Musculoskeletal Disorder (MSDs),” ujarnya. (RR/RS)