Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, melalui Paguyuban Dimas Diajeng Jogja menyelenggarakan seminar bertajuk Membangun Personal Branding dengan Kepribadian Positif pada Kamis (14/3) di Ruang Sidang Lantai 2, Gedung Kuliah Umum Sardjito, Universitas Islam Indonesia (UII). Kegiatan dibuka langsung oleh Sekertaris Dinas Pariwisata kota Yogyakarta Yetti Martanti., S.Sos., M.

Seminar menghadirkan dua pembicara yakni Dimas Novriandi., S.E., S.H., M.Hum. seorang digital bangking public relations, dan Hangga Fathana., M.A, yang merupakan dosen Hubungan Internasional, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya, UII.

Dalam sambutannya, Yetti Martanti mengucapkan terima kasih kepada pihak kampus UII yang telah bersedia mendukung diselenggarakannya kegiatan seminar. “Kami atas nama pemerintah kota yogyakarta mengaturkan terima kasih kepada kampus Universitas Islam Indonesia, sehingga salah satu agenda pemilihan dimas diajeng kota Yogyakarta dapat berjalan dengan baik,” ujarnya sebelum membuka acara.

Dimas Novriandi menyebutkan bahwa personal branding merupakan satu hal yang cukup penting dalam menunjang karir seseorang. Banyak manfaat yang bisa kita dapatkan beberapa di antaranya adalah peluang kerja baru dan memperluas relasi. Dia menceritakan bagaimana awal karirnya mulai naik setelah melakukan personal branding dengan baik.

“Saya suka nulis. Karena itu saya bangun personal branding saya sebagai seorang blogger. Saya menulis pengalaman-pengalaman saya. Saya cerita skripsi saya, saya cerita ketemu teman-teman yang seru, Hingga akhirnya tulisan saya viral. Dan saat itu saya dihubungi oleh seorang dari Jakarta yang menawari saya pekerjaan. Termasuk saat itu Radiya Dika menghubungi saya untuk nulis bareng,” kisahnya.

Dalam membangun personal branding, menurut Dimas Novriandi harus mulai dengan merefleksi diri. Kunci dari personal branding adalah kesadaran diri. Setelah itu baru pikirkan karir masa depan kita. temukan kelebihan dan passion kita. selanjutnya temukan anda ingin menjadi seperti siapa. “Dan yang tak kalah penting adalah bangun profil media sosial kita dengan baik, dengan meninggalkan sosial media yang tidak terlalu kita gunakan,” ungkapnya.

Dimas Novriandi melanjutkan bahwa personal branding adalah sebuah perjalanan. Kita harus memulai, merintis dari awal hingga akhir. Kita tidak boleh hanya mau yang serba instan. Kita harusnya menghargai suatu proses.

Senada disampaikan Hangga Fathana dalam materinya. Dalam sesinya dijelaskan mengenai personal branding dengan berlandaskan sumber-sumber ilmiah. Menurutnya personal branding adalah bagaimana kita dilihat, bagaimana kita berbicara, dan bagaimana kita beraksi. “Atau secara sederhana bagaimana keseluruhan kesan yang ingin kita bangun,” jelasnya.

Dalam kesempatannya, Hangga Fathana meminta para peserta untuk menuliskan kemampuan yang akan membantu dalam membangun personal branding. Setelah melihat tanggapan para peserta melalui suatu website yang dihubungkan ke telephone genggam para peserta. “Tiga kemampuan paling dibutuhkan di beberapa negara eropa dan amerika adalah manajemen waktu, negosiasi, dan relasi,” pungkasnya.

UII menjadi tempat terakhir bagi Paguyuban Dimas Diajeng Jogja dalam melaksanakan seminar, sebagai salah satu rangkaian sekaligus menjadi syarat dalam pemilihan dimas diajeng kota jogja, setelah sebelumnya telah dilaksanakan di tiga tempat berbeda. Disampaikan oleh ketua panitia Rizky Rahma, bahwa peserta yang hendak mengikuti seleksi dimas diajeng jogja haru mengikuti minimal dua kali seminar.

“Kegiatan pemilihan Dimas Diajeng Jogja dilakukan dua tahun sekali, untuk mengikuti seleksi, calon peserta harus mengikuti seminar sebanyak minimal dua kali, dari empat seminar yang kami adakan,” tuturnya. (D/RS)