Sebanyak 166 Tim Jalani Monev PKM di Kampus UII

Sejumlah 166 tim mahasiswa dari enam Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-wilayah DI. Yogyakarta mengikuti Monitoring dan Evaluasi Program Kreativitas Mahasiswa (Monev PKM) Lima Bidang tahun 2017, di Kampus Universitas Islam Indonesia (UII). Monev PKM ini akan berlangsung selama dua hari, yakni 14-15 Juli 2017.

Keenam PTS yang menyertakan mahasiswanya tersebut yakni UII, Universitas Atma Jaya, Universitas PGRI, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma dan Universitas Ahmad Dahlan. Dari enam PTS ini, jumlah tim mahasiswa UII menjadi yang terbanyak mengikuti Monev PKM dengan jumlah 78 tim.

Rektor UII, Nandang Sutrisno, SH., LLM., M.Hum., Ph.D. dalam sambutannya menuturkan bahwa Monev PKM yang diselenggarakan bertujuan untuk mengukur sejauh mana hasil pelaksanaan PKM yang dilaksanakan oleh para peserta terpilih untuk kemudian dinilai oleh tim Monev PKM dari Kemenristek Dikti dan Internal PT.

“Para peserta terpilih ini sebelumnya telah mendapatkan dana hibah dari Kemenristek Dikti, untuk kemudian dinilai mana yang layak diberangkatkan mengikuti Pekan Ilmiah Nasional pada Agustus 2017 mendatang di Universitas Muhammadiyah Makassar,” imbuhnya.

Disampaikan Nandang Sutrisno, PKM merupakan wadah pengembangan kemampuan mahasiswa, khususnya dalam hal berkreasi dan berinovasi. PKM juga merupakan sebuah program yang dikembangkan untuk mengantarkan mahasiswa mencapai taraf pencerahan kreativitas dan inovasi guna mempersiapkan diri menjadi cendikiawan, wirausahawan serta memiliki jiwa mandiri.

Lebih lanjut Nandang Sutrisno menuturkan, kreativitas dan inovasi mahasiswa merupakan salah satu hal penting bangsa ini dalam upaya meningkatkan daya saing. Mengutip peringkat daya saing yang dirilis World Economic Forum (WEF) belum lama ini, peringkat Indonesia menurutnya mengalami penurunan.

“Pada periode 2015-2016 posisi Indonesia masih berada di urutan ke-37 dari 138 negara. Sementara pada periode 2016-2017 posisi tersebut turun ke urutan ke-41. Posisi Indonesia ini juga masih berada di bawah negara-negara serumpun seperti Singapura di urutan ke-2, Malaysia urutan ke-18 dan Thailand yang menempati urutan ke-32,” paparnya.

Selain itu juga disampaikan Nandang Sutrisno, kretivitas dan inovasi dari mahasiswa juga diharapkan dapat menumbuhkan angka kewirausahaan di negara ini. Menurutnya seperti data yang dilansir oleh BPS 2016, walaupun tingkat kewirausahaan Indonesia naik menjadi 3,1 persen dari sebelumnya 2 persen, ternyata masih lebih rendah bila dibandingkan dengan beberapa negara lain, seperti Malaysia 5 persen, Cina 10 persen dan Singapura 7 persen.

Beberapa hal tersubut menurut Nandang Sutrisno menunjukkan bahwa potensi mahasiswa untuk turut berkontribusi sangatlah dibutuhkan. “Bila melihat semangat para peserta Monev PKM yang hadir di ruangan ini saya pribadi yakin peran dan kontribusi tersebut dapat terwujud,” ungkapnya.