Riset dan publikasi merupakan ruh perguruan tinggi sebagai pabriknya ilmu pengetahuan. Diharapkan dengan adanya riset dan publikasi di perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi besar untuk kemajuan pendidikan khususnya di Indonesia. Oleh karena itu, bertempat di Hotel Grand Aston Yogyakarta, Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Indonesia (DPPM UII) bersama Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyelenggarakan “Klinik Penulisan Artikel Ilmiah Internasional Tahun 2018” pada hari Kamis-Sabtu, 6-8 September 2018.

Acara tersebut turut dihadiri oleh civitas akademika UII, civitas dari Kemenristek Dikti , serta kalangan akademisi baik dari wilayah Yogyakarta sampai luar Yogyakarta. Turut hadir pada acara tersebut Rektor UII Fathul Wahid S.T., M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa publikasi hanya salah satu jendela dan seharusnya bukan hanya merupakan tugas rutin dari profesi dosen. “Karena dosen itu bukan profesi bagi saya, melainkan komitmen. Komitmen karena bagi kami adalah aktor peradaban” ungkapnya.

Kemudian ia mengungkapkan bahwasanya publikasi merupakan salah satu jendela untuk menyampaikan nikmat yang diperoleh ketika meneliti. Menulis merupakan menceritakan nikmat, karena meneliti jika menemukan hal baru dan tidak diduga sebelumnya merupakan nikmat yang luar biasa. “Penelitian menjadi penting bagi kami karena ini menjadi bensin atau bahan bakar yang berumur panjang. Dengan publikasi dapat meningkatkan potensi kebermanfaatan hasil riset” pungkasnya.

Ia menyampaikan jika publikasi dijadikan sebagai tujuan untuk mengembangkan ilmu, maka hasilnya akan baik karena mempunyai semangat untuk berbagi keilmuan. Kemudian ia juga menyampaikan agar berhati-hati dengan banyaknya jurnal predator yang dapat menurunkan martabat para kalangan akademisi dengan menjual intelektualisme.

Dalam kesempatan ini ia juga berpesan agar klinik penulisan artikel ini dapat menjadi sarana UII untuk dapat andil dalam perkembangan pendidikan tinggi terutama khususnya publikasi di Indonesia. (AR/ESP)