Universitas Islam Indonesia (UII) melalui Direktorat Sumber Daya Manusia (DSDM)/ Sekolah Kepemimpinan bekerja sama dengan Badan Sistem Informasi (BSI) menyelenggarakan sertifikasi Gemini Faculty pada Senin-Selasa (10-11/08) di Auditorium Gedung Fakultas Hukum UII. Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan UII.
Dalam sambutannya Kepala Badan Sistem Informasi UII, Mukhammad Andri Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D., menyampaikan di zaman sekarang ini yang menjadi sasaran bersama adalah tentang bagaimana kita bisa mengoptimalkan dan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk kemudian mengoptimalkan pekerjaan kita. Ia menyampaikan tidak ada satupun produk teknologi besar saat ini kecuali pasti ada include AI di dalamnya, termasuk untuk urusan operasional pekerjaan sehari-hari.
Kegiatan dilanjutkan dengan workshop yang disampaikan oleh Topari S.T., Selaku Google Certified Trainer, yang membahas tentang penggunaan Google Gemini dan Gemini Notebook. Workshop ini adalah kursus singkat kolaborasi antara Google Indonesia dan Hacktiv8 untuk membekali dosen dan tenaga kependidikan tentang penggunaan fitur-fitur Google Gemini dan Gemini Notebook dengan harapan mampu meningkatkan efektivitas dan produktivitas dalam melakukan pekerjaan.
Pertama-tama, Topari menyampaikan tentang konsep dasar AI, AI pada dasarnya adalah machine learning, mesin yang mampu belajar. Maka kepintaran AI tergantung pada penggunanya, bagaimana ia mengarahkan dan mengimajinasikan apa yang diinginkannya. Jika imajinasi kita terbatas maka sampai disitu kemampuan AI, tetapi jika kita mampu memberi imajinasi yang jauh kepada AI maka hasilnya akan sangat bagus.
“AI dengan kekuatan Large Language Model (LLM)-nya, maka dia punya kemampuan untuk melakukan itu. Dan akan semakin halus, semakin halus, sampai nanti pada titik mungkin tidak bisa dibedakan secara kasat mata, mana generate by AI, mana generate by human” ungkap Topari.

Kemudian Topari menjelaskan hal dasar yang harus dilakukan adalah memberikan prompt yang sesuai kepada AI agar hasilnya sesuai, Ia mencontohkan framework prompting yang sering digunakan yaitu P-A-R-T-S. P (Persona): Peran apa yang mau disematkan pada AI, A (Aim): Tujuannya apa, R (Recipient): Target audiensnya siapa, T (Theme): Konteks atau informasinya harus jelas, S (Structure): struktur yang tepat.
Selanjutnya Topari menjelaskan fitur-fitur lain yang ada pada Google Gemini dan Gemini Notebook serta tata cara penggunaanya yaitu Gemini Gems, Deep Research, Canvas, Nano Banana, membuat video, dan membuat musik. Di sisi lain Topari menjelaskan, dalam penggunaannya AI memiliki berbagai risiko yang patut diwaspadai seperti bias, halusinasi, dan privasi data pribadi maka harus diverifikasi terlebih dahulu informasinya.
“Pemerintah kita itu sebetulnya sudah konsen dengan adanya payung hukum surat keputusan bersama (SKB) 7 kementerian. Pemerintah sudah memberikan pedoman bagaimana teknologi digital dan AI itu dimanfaatkan di semua jenjang, formal, informal, dan non formal, Jadi ada pedomannya” Pungkas Topari.
Sesi terakhir adalah ujian sertifikasi Gemini Faculty, para dosen dan tenaga kependidikan masing-masing mengerjakan soal sebanyak 37 soal berdasarkan pemaparan materi sebelumnya. Syarat kelulusan pada ujian ini adalah mendapatkan nilai minimal 80, bagi peserta yang lulus akan mendapatkan e-sertifikat resmi dari Google.
Dengan diadakannya sertifikasi ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas para dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan UII mengenai penggunaan Google Gemini dan Gemini Notebook dalam pekerjaan sehari-hari sehingga menjadi lebih efisien, dan produktif. (AAK/AHR/RS)












