Universitas Islam Indonesia - Islamic University of Indonesia

You are here: Home arrow Index News..... arrow Kunjungan Deputi Menteri Pendidikan Brunei Darussalam
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Kunjungan Deputi Menteri Pendidikan Brunei Darussalam Bookmark and Share Print E-mail
Wednesday, 04 November 2009

Empat Ratus Ribu Penduduk, Empat Universitas

Universitas Islam Indonesia (UII) pada Rabu, 4 Oktober 2009 mendapat kunjungan dari Yang Mulia Pengiran Dato Seri Setia Dr. Haji Mohammad bin Haji Abd. Rahman, Timbalan (Deputi) Menteri Pendidikan Brunei Darussalam. Dalam kunjungan ini, Dato Seri Setia Dr. Haji Mohammad didampingi oleh sejumlah staf Kementrian Pendidikan Brunei Darussalam.

Image Rombongan tamu datang sekitar pukul 15.00 kemudian diterima di ruang Rektor sebelum kemudian melakukan ramah tamah dan diskusi dengan sejumlah pimpinan universitas dan fakultas di Ruang Sidang Utama Gedung GBPH. Prabuningrat. Rektor UII, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., kepada rombongan tamu memberikan penjelasan terkait masa awal pendirian UII hingga perkembangannya sampai saat ini. 

Rektor antara lain menjelaskan posisi UII sebagai perguruan tinggi nasional pertama yang lahir atas inisiatif dan perjuangan bangsa Indonesia, bahkan sebelum proklamasi kemerdekaan dikumandangkan. Komitmen UII menuju world class university yang diwujudkan melalui berbagai program juga disampaikan Rektor kepada rombongan.

Dalam sambutannya, Dato Seri Setia Dr. Haji Mohammad antara lain menyampaikan ucapan terima kasihnya atas kesempatan berkunjung ke UII. Pengelolaan pendidikan tinggi di Indonesia telah lama menjadi perhatian pemerintah Brunei Darussalam, dan ia sangat senang dapat langsung memperoleh informasi dari para pimpinan UII tentang pendidikan tinggi berwatak Islam di UII.

Dato Seri Setia Dr. Haji Mohammad juga menjelaskan bahwa untuk memenuhi kebutuhan pendidikan tinggi penduduknya yang mencapai empat ratus ribu orang, negaranya memiliki empat perguruan tinggi, sehingga terdapat spesialisasi program pada masing-masing perguruan tinggi untuk menyesuaikan kebutuhan SDM. Universiti Brunei Darussalam misalnya yang merupakan universitas tertua, terutama menjadi wadah penguatan ideologi bangsa (falsafah negeri). Sedangkan Universitas Islam Syarif Ali, yang lebih muda usia pendiriannya, terutama berkecimpung pada masalah pendidikan Agama Islam yang menjadi agama mayoritas negara tersebut.

Perguruan tinggi di negara yang mengandalkan minyak sebagai sumber utama pendapatannya tersebut, saat ini juga terus mengembangkan kualitas pendidikannya, antara lain dengan mendatangkan tenaga edukatif yang kompeten dari berbagai negara, termasuk dari Timur Tengah untuk mendukung pendidikan Agama Islam. Karena mayoritas ajaran Islam yang dianut adalah Ahlu Sunah Wal Jama’ah dalam i’tiqad dan bermdzhab Syafi’iyah dalam fiqih, maka Brunei pun mengembangkan pusat studi madzhab Imam Syafi’i sebagai salah satu keunggulan pendidikan tingginya.

Image Upaya internasionalisasi juga tampak terus dikembangkan pemerintah Brunei Darussalam dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan tingginya. Selain meningkatkan komposisi tenaga edukatif berpendidikan minimal doktor, pendidikan tinggi Brunei juga diarahkan pada penggunaan bahasa asing dalam proses pelaksanaannya. Bahasa Inggris merupakan bahasa pengantar pada bidang keilmuan umum, sedangkan Bahasa Arab menjadi bahasa pengantar pada studi ke-Islaman, dan Bahasa Melayu menjadi bahasa pendukung.

Saat ini sejumlah mahasiswa asing juga telah menjadi peserta pendidikan tinggi di Brunei Darussalam. Para mahasiswa asing ini antara lain berasal dari sejumlah negara berpenduduk muslim seperti Malaysia, Kosovo, dan Bosnia, termasuk Indonesia. Dato Seri Setia Dr. Haji Mohammad pun mengungkapkan kemungkinan adanya kerjasama pendidikan dengan perguruan tinggi di Indonesia pada bidang keilmuan yang relevan dengan kebutuhan kedua negara.

Menanggapi paparan Dato Seri Setia Dr. Haji Mohammad, Rektor UII menyampaikan kesediaan dan komitmen universitas untuk menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi di Brunei Darussalam. Adapun yang menjadi target jangka pendek antara lain adalah pada pertukaran pelajar, pertukaran staf, dan penelitian. Beberapa kerjasama tersebut, selama ini telah dilaksanakan UII dengan beberapa perguruan tinggi luar negeri.

Dalam ramah tamah yang berlangsung penuh keakraban ini, juga hadir sejumlah pimpinan universitas dan fakultas. Diantaranya Wakil Rektor II (Dra. Neni Meidawati, M.Si.), Wakil Rektor III (Ir. Sutarno, M.Sc.), Direktur Kerjasama (Akhsyim Afandi, Ph.D.), Dekan FTSP (Dr. Ruzardi), Dekan FIAI (Drs. Fajar Hidayanto, M.M.), Wakil Dekan FTI (Ir. Hudaya, M.M.), Wakil Dekan FE (Drs. Arief Bachtiar MSA.,Ak.), Wakil Dekan FK (dr. Riana Rahmawati, M.kes), Wakil Dekan FH (Nandang Sutrisno, Ph.D.), Wakil Dekan FMIPA (Saefudin, M.Si.), dan Wakil Dekan FPSB (Sonny Andrianto, S.Psi, M.Si.). Di akhir pertemuan, Rektor dan Dato Seri Setia Dr. Haji Mohammad saling bertukar cinderamata dilanjutkan dengan peninjauan ke fakultas-fakultas dan fasilitas pendidikan di kampus terpadu UII.

 
Contact
Web Directory
Blogs
Webmail
Campus Map
Sitemap