Universitas Islam Indonesia

Selamat datang di website Universitas Islam Indonesia
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
PuSPIK UII Ingatkan Antisipasi Musim Hujan di Merapi E-mail
Monday, 10 October 2011

ImageUpaya UII dalam merespon dampak erupsi Merapi terus dilakukan. Kali ini, Pusat Studi Perubahan Iklim dan Kebencanaan (PuSPIK) bersama Prodi Teknik Lingkungan FTSP UII mengadakan diskusi tentang ’Dilema Curah hujan di Lereng Merapi’ di Ruang Sidang Teknik Lingkungan FTSP UII, Senin (10/10). Hadir dan membuka secara resmi Dekan FTSP UII Prof. Ir. Mochammad Teguh MSCE, Ph.D. dengan didampingi Ketua Jurusan Teknik Lingkungan Lukman Hakim, ST. MSi.

Dekan FTSP UII mengapresiasi PuSPIK dan Prodi Teknik Lingkungan UII yang telah konsen melakukan upaya prefentif kemungkinan terjadinya bencana khususnya bencana erupsi Merapi. ”Sebagai Perguruan Tinggi yang terletak di lereng Merapi, PusPIK UII memiliki kesempatan besar dalam mengabdi pada masyarakat Merapi sebagai perwujudan Rahmatan lil `alamin. Diharapkan, kebencanaan yang kemungkinan terjadi bisa dimanage, diatasi, ditangani dengan baik sehingga dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan”urainya.

PusPIK UII ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi semua kalangan yang benar – benar konsen menangani kebencanaan baik dari Prodi Psikologi, Ekonomi, Hukum, dan lain sebagainya. ”Sehingga ke depan, pusat studi ini menjadi pusat studi inklusif dan mampu memberikan edukasi pada masyarakat khususnya terkait dengan kebencanaan”kulasnya mengakhiri.  

Senada dengan Dekan, Ketua Jurusan Teknik Lingkungan FTSP UII Lukman Hakim, ST. MSi. berharap, Pusat studi yang dirintis tahun 2009 ini dapat memaksimalkan perannya di masyarakat dalam meminimalisir dampak kebencanaan yang terjadi. ”PuSPIK seyogyanya mampu merangkul semua elemen masyarakat sehingga dapat terlibat dalam upaya mengantisipasi kebencanaan dan meminimalisir dampaknya”ungkapnya

Penanaman Ribuan Pohon Pascaerupsi Gagal Total

Banyak orang dari semua kalangan hingga kalangan artis berbondong – bondong melakukan aksi tanam seribu pohon di lereng Merapi pasca erupsi. Hal demikian memang merupakan salah satu tanggap bencana erupsi yakni reboisasi. Hanya saja, upaya ini tidak dirangkai dengan perawatan tanaman sehingga tidak tumbuh sesuai dengan harapan. Sungguh, upaya tanggap bencana ini gagal total. Ungkap Ketua Pusat Studi Perubahan Iklim dan Kebencanaan (PuSPIK) sekaligus Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UII Dr. Ing. Ir. Widodo Brontowijoyo, MSc.

Dengan kondisi demikian, pihaknya mengusulkan agar peran seluruh mahasiswa baru UII angkatan 2011 (4567 mahasiswa) dapat dioptimalkan guna melakukan reboisasi sekaligus melakukan perawatan atas tanaman itu. Bisa juga melauli program KKN  yang konsen menangani area lereng Merapi. ”Minimal satu pohon (ditangani) dua mahasiswa”idenya.

Selain itu, Erupsi Merapi 2010 (erupsi terbesar sepanjang 100 tahun) memang menyebabkan rusaknya kawasan resapan lereng Merapi, ekosistem sungai dan banyak sumber mata air yang tertimbun material Merapi. Untuk itu, perlu digalakkan kembali ’Tangkap, Resapkan, Alirkan, Pelihara (TRAP) ’ pada curah hujan. ”TRAP memang sudah sangat familiar, perlu ditingkatkan dengan tetap berprinsip pro masyarakat dan ekonomi kerakyatan, ”tambahnya.

Manajemen Bencana

ImageDalam memanage bencana, perlu dicermati antara resiko (risk), kondisi riil lapangan (hazard), dan aspek kerentanan (vulnerability). Hazard ini lebih fokus pada ancaman dan kondisi keadaan wilayah tertentu terkait dengan iklim, cuaca, curah hujan, global warming dan lain semisal. Sementara aspek kerentanan ini dimisalkan pertumbuhan penduduk, lemahnya institusi pemerintah maupun pendidikan, kemiskinan atau tingkat ekonomi kerakyatan. Kulas Kepala Pusat PST (Penelitian Sain dan Teknologi) DPPM UII Setya Winarno, ST., MT., Ph.D.

Dari hasil pengamatannya, masyarakat lereng Merapi kini telah beralih profesi sambilan yakni membuat batako. ”Setiap hari, mereka dapat menghasilkan banyak batako, hanya terbentur dengan permasalahan distribusi”lanjutnya.

Oleh karenanya, DPPM bersama dengan PuSPIK Teknik Lingkungan FTSP UII melakukan pembimbingan mengenai pembuatan batako ini meskipun tetap mempertahankan profesi utama masyarakat lereng Merapi sebagai petani. ”Pemerintah pun dalam hal ini, hanya sebagai penyedia alat tanpa adanya pembimbingan sehingga kami (DPPM UII) berinisiatif melakukan pembinaan pada masyarakat lereng Merapi”ujarnya.

Dosen Teknik Lingkungan FTSP UII, (Ust.) Ir. Munichy Bachron Edrees, M.Arch mengulas Merapi dari perspektif Islam. Disampaikan beberapa ayat Qur`an terkait dengan bencana erupsi yang terjadi seperti Al Imran (ayat) 191, An Naba` 6 – 7,  Fushilat 10, Al A`raf 96, At Taubah 51, Luqman 10, Ibrahim 7. “Ingatlah, bahwa kerusakan dan bencana di muka bumi ini akibat ulang tangan manusianya baik secara langsung maupun tidak langsung”tegasnya mengutip QS Ar Ruum 41.”Sebenarnya Merapi itu sumber keberkahan untuk kita semua, kecuali kalau kita tidak bersyukur, maka bisa menjadi sumber bencana”, demikian nasehat dari ustad Munichy.




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
Image Kunjungi UII, UMK Pelajari Bidang Kehumasan dan Kerjasama Luar Negeri Pada era globalisasi seperti sekarang ini, ditambah dengan persaingan yang semakin ketat, informasi dan komunikasi menjadi aspek yang sangat perlu untuk diberikan perhatian. Dalam kaitannya dengan perguruan tinggi, informasi dan komunikasi memegang p...
 
Image Belajar Pengelolaan Pondok Pesantren, UIN Syarif Hidayatullah Studi Banding ke UII Penerapan nilai-nilai keislaman pada sebuah perguruan tinggi Islam merupakan dua aspek yang tidak bisa dipisahkan. Perguruan tinggi yang memberikan label Islam maka harus mampu mengaktualisasikan nilai keislamannya dalam penerapan keseharian, baik da...
 
Image Kedisiplinan Menwa UII Patut Dijadikan Teladan Keberadaan Satuan Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (Menwa UII) menjadi salah satu wadah bagi pengembangan keterampilan mahasiswa di lingkungan UII. Dalam operasionalnya, Menwa UII selalu mengoptimalkan kedisiplinan, ketegasan, serta kemampuan be...
 
Image Terima Visitasi Tim Asesor KAN, Laboratorium Terpadu UII Upayakan Reakreditasi Sertifikat ISO 17025 Keberadaan laboratorium yang mendapat sertifikat ISO 17025 bagi sebuah perguruan tinggi dinilai sangat vital. Selain menunjang proses penelitian maupun pembelajaran bagi sivitas akademika, laboratorium tersetifikasi juga memperkuat kapasitas PT dalam...
 
Image UII dan Xiaozhuang University China Realisasikan Kerjasama Sebagai salah satu upaya tingkatkan kualitas akademiknya, Universitas Islam Indonesia (UII) kembali implementasikan kerjasama dengan universitas asing yang memiliki reputasi unggul, diantaranya dengan universitas di China. Upaya kerjasama semakin int...
 
More News ...

LOGIN UNISYS






Forgot your password?
Tentang Universitas
Fasilitas Kampus
Pusat dan Departemen
Direktorat
Fakultas dan Program Studi
Laboratorium
Calon Mahasiswa
Kemahasiswaan
Beasiswa
Media Relations
Kontak
Direktori Web
Blog
Email
Peta Kampus
Peta Situs
SAP University Alliances

Edoc UII

Document Centre

Journal UII

Formulir Tracer Alumni UII