Index News.....
Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Publikasi Jurnal Internasional 


| Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Publikasi Jurnal Internasional |
|
|
|
| Tuesday, 24 November 2009 | |
|
Sebagai langkah awal dalam peningkatan kualitas pengajar dan peneliti, DPPM UII mengadakan Workshop Penulisan Artikel Ilmiah untuk Publikasi Internasional Tahap II. Workshop ini sebagai tindak lanjut dari Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah untuk Publikasi Internasional Tahap I yang telah diadakan pada 13 Nopember 2009 lalu. Acara yang berskala nasional ini diadakan di Ruang Magister Teknik Sipil Kampus Terpadu UII (24/11).
Workshop secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I, Prof. Ir. H. Sarwidi, MSCE, IP-U., Ph.D., yang menyampaikan bahwa publikasi jurnal Internasional sangat penting, mengingat SDM Indonesia banyak yang berkualitas dan hebat akan tetapi kurang terkenal di kancah internasional. “Perlu adanya suatu pemahaman terhadap para akademisi maupun praktisi menjadikan publikasi jurnal untuk memajukan Indonesia di persaingan global,” ungkapnya menjelaskan. UII sebagai institusi pendidikan tinggi nasional menurutnya terus berusaha melakukan transparansi dalam publikasi jurnal sebagai media interaksi untuk saling melengkapi. Apalagi, publikasi jurnal juga menyangkut nilai jual serta prestise institusi pendidikan baik dalam skala nasional maupun internasional. Dalam workshop tersebut, peserta memperoleh teknik mempublikasikan jurnal internasional baik pada bidang eksakta dan rekayasa, maupun pada bidang sosial humaniora. Dialog dan diskusi juga dilakukan dialog bersama para pemateri yaitu Prof. Sri Juari Santoso (bidang eksakta dan rekayasa) dan Dr. Moch Nur Ichwan (bidang sosial dan humaniora). Kedua pembicara tersebut merupakan anggota tim instruktur dari DIKTI tentang penulisan artikel ilmiah untuk publikasi internasional. Prof. Sri Juari Santoso menyampaikan bahwa pada dasarnya tulisan itu merepresentasikan pikiran logis kita. “Tulisan adalah untuk orang lain dan bukan untuk diri sendiri, maka sebagai peneliti seharusnya mematuhi kaidah dan guideline dalam menyajikan sebuah paper,” ujarnya. Peneliti juga harus mempelajari dan mendalami naskah riset sebelumnya karena ini akan menjadi tuntunan untuk merumuskan hal baru. Kemudian dalam penyajiannya, sebuah paper berangkat dari hal yang berupa fakta -bukan hal yang spekulatif- dan harus bermanfaat. |