Universitas Islam Indonesia

Selamat datang di website Universitas Islam Indonesia Telah dibuka pendaftaran PMB untuk Prodi Pendidikan Kimia, informasi lebih lanjut hubungi: 0274 898444 ext. 1234 Selamat atas diraihnya Akreditasi B oleh BAN PT pada Program Magister Ilmu Ekonomi UII
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Sumpah Dokter UII Periode IX E-mail
Sunday, 25 April 2010

ImageFakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia kembali menggelar Sumpah Dokter untuk Periode IX pada Sabtu, 24 April 2010. Acara sumpah yang berlangsung di Auditorium KHA. Kahar Mudzakir ini merupakan periode terakhir pada masa bhakti 2006 – 2010 kepengurusan fakultas. Tujuh dokter yang telah menyelesaikan pendidikan klinis dan diambil sumpahnya pada kesempatan ini adalah M. Akbar, Tia Nurani, Bagus Hartanto Wibowo, Ratna Dhewi Aprilia, Sudarman, M. Budi Hariadi, Bonny Amrin. Dengan tambahan tujuh dokter baru ini, FK UII secara keseluruhan telah meluluskan 203 orang dokter.

Dekan FK UII, Prof. dr. H. Rusdi Lamsudin, dalam sambutannya mengingatkan beberapa hal yang perlu diperhatikan dokter Indonesia, termasuk dokter-dokter yang baru disumpah, utamanya terkait persaingan global dalam pelayanan dokter kepada pasien. Terdapat kecenderungan peningkatan secara tajam angka kejadian masyarakat Indonesia yang berobat keluar negri. Hal ini terkait dengan alasan non medis yang sering terjadi dimana rasa ketidakpercayaan yang cenderung diawali dengan masalah kurangnya komunikasi antara pasien dan dokter.

Fenomena yang lain para dokter cenderung terjebak pada rutinitas profesionalisme yang sempit. Banyak dokter yang akhirnya lebih concern bahwa ilmu kedokteran hanyalah mempelajari segala sesuatu tentang penyakit. Dokter lupa bahwa selain melakukan intervensi fisik, juga harus berperan dalam intervensi mental dan sosial di tengah masyarakat.

Dekan FK menambahkan bahwa profesi dokter lahir sebagai profesi mulia dan menyandang trias peran dokter yakni agent of change, agent of development dan agent of treatment. Dokter dituntut tidak hanya ahli dalam bidang medis, melainkan juga mampu mengadakan perubahan dan pengembangan. Hal ini sejalan dengan misi FK UII mencetak lulusan dokter berbintang lima (five star doctors) yang memiliki berbagai kemampuan, kemampuan sebagai pimpinan masyarakat (community leader), kemampuan berkomunikasi yang baik (communicator), mampu mengelola (manager), pangambil keputusan yang andal (decision maker), dan penyedia layanan (care provider).

ImageDalam kesempatan yang sama Wakil Rektor I, Nandang Sutrisno, SH., MH., LLM., Ph.D., menyampaikan profesi kedokteran adalah suatu pekerjaan yang dilaksanakan berdasarkan suatu keilmuan, kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan yang berjenjang, dan kode etik yang bersifat melayani masyarakat. Dokter dan tenaga kesehatan lainnya haruslah mempunyai standar kompetensi yang digunakan oleh masyarakat dunia (standar global). UII dalam hal ini Fakultas Kedokteran  senantiasa berusaha dan berkerja keras untuk mencapai stadar global pendidikan dokter agar mampu menghasilkan dokter Islami sesuai dengan jati diri UII. Hal ini Sejalan dengan kebijakan pemerintah melalui  Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran.

Beliau menambahkan, bahwa para dokter sebagai insan pilihan yang telah dilantik menjalankan tugas dan profesi kedokteran termasuk orang yang relatif langka di tanah air. Menurut Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) sampai saat ini berapa jumlah dokter yang melakukan praktik kedokteran belum didapatkan angka yang akurat. Sebagai konsekuensinya berapa produksi dokter yang harus dihasilkan institusi pendidikan masih sulit diprediksi. Demikian pula dengan distribusinya yang belum merata karena sebagian besar praktik dokter berkumpul di kota-kota besar. Dengan demikian target pencapaian rasio dokter masyarakat sebesar 1:2.500 dan dokter gigi sebesar 1:10.000 di tahun 2010, masih jauh untuk bisa dicapai.

Ketua IDI Wilayah DIY, dr. Bambang Suryono Suwondo, dalam sambutannya mengingatkan perilaku seorang dokter harus selalu dilandasi oleh nilai moral, sumpah dokter, kode etik peraturan dan peraturan perundangan yang berlaku. Dalam perilaku sehari hari dokter harus selalu menunjukkan diri sebagai tokoh panutan, sosok rendah hati dengan etos kerja dan disiplin yang tinggi. Selain itu dokter adalah seorang long life leaner yang harus selalu meng update keilmuannya secara sistematis dan berkelanjutan. Menghadapi carut marutnya kehidupan sosial yang ada, menurutnya dokter diharapkan dapat lebih peka dan responsive atas masalah sosial, dengan muncul sebagai trias peran dokter sesuai amanat Bakti Dokter Indonesia terhadap bangsanya.




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
About University
Campus Facilities
Centers and Departments
Directorate
Faculty and Programmes
Laboratory
Prospective Students
Student Affairs
Scholarship
Media Relations
Contact
Web Directory
Blog
Email
Map of Campus
Site Map